TANGSEL, HARIAN UMUM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menurunkan tenaga medisnya yang ada di seluruh Puskesmas, untuk membantu korban terdampak banjir di seluruh wilayah.
Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinkes, Alin Hendarlin bahwa pihaknya menerjunkan tenaga medis yang ada di puskesmas-puskesmas.
"Setiap puskesmas semua turun. Posko dan mobile. Dibantu juga oleh tenaga dari Rumah Sakit Swasta," kata Alin kepada wartawan, Minggu (5/1/2020).
Alin menambahkan, pihaknya berkonsentrasi terhadap pelayanan kepada masyarakat yang terdampak banjir, termasuk lokasi-lokasi terparah, seperti Pondok Maharta, Kayu Gede, Pesona Serpong, Vila Mutiara.
"Iya (fokus terhadap lokasi terdampak banjir). Posko kesehatan di lapangan mah gabung aja, pelayanan yang utama," tandasnya.
Sementara itu, seperti yang diketahui Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai membuka posko kesehatan di dua lokasi terdampak banjir terparah seperti Pesona Serpong, Kecamatan Setu dan Kampung Bulak Kecamatan Pondok Aren.
Namun, menurut keterangan Kepala Divisi Komunikasi dan Informasi DPD PSI Kota Tangsel Muhammad Bima Januri bahwa pihaknya tidak melihat tenaga medis yang diturunkan oleh Dinkes Kota Tangsel.
"Engga ada bang, adanya dari Palang Merah Indonesia (PMI). Kami bekerja sama dengan PMI Tangerang Selatan dan Jaringan Relawan Dokter," kata Bima.
Berdasarkan informasi yang diterima, DPD dan Fraksi PSI DPRD Tangsel membuka posko kesehatan sejak Minggu (5/1/2020). Ketua Fraksi PSI DPRD Tangerang Selatan, Ferdiansyah mengatakan, empat hari setelah banjir, korban banyak yang jatuh sakit.
“Banyak yang kelelahan, terkena darah tinggi, penyakit kulit, dan penyakit-penyakit lainnya. Kami berharap pengobatan gratis yang kami lakukan dapat sedikit mengurangi beban mereka,” ujarnya.







