TANGSEL, HARIAN UMUM - Banjir yang melanda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) beberapa waktu terakhir meninggalkan bekas sampah yang diketahui hingga 80 ton. Sampah baju dan kasur mendominasi saat diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Dikatakan Kasie Pengelolaan Sampah pada DLH Kota Tangsel Rastra Yudhatama bahwa, pasca banjir yang melanda beberapa lokasi di Kota Tangsel, pihaknya telah mendistribusikan 80 ton sampah sejak tanggal 1 Januari lalu.
"Kurang lebihnya sampai hari ini 80 ton, sampah baju dan pakaian, kasur basah (menjadi sampah) dominan. Itu sejak tanggal 1 Januari kemarin. Kita langsung bawa ke TPA Cipeucang," kata pria yang akrab disapa Yudha tersebut, Jumat (3/1/2020).
Yudha menambahkan, terhadap titik-titik terparah seperti Perumahan Pesona Serpong, Kayu Gede Graha Raya, Pondok Maharta, pihaknya mempertebal armada pengangkutan.
"Seperti Pesona Serpong, Graha Mas Kayu Gede dan Maharta, Iya armada (pengangkutan) kita pertebal. Yang lainnya masih berlangsung, Besok kita lanjutkan," tambahnya.
Sampah yang dihasilkan Kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius tersebut, setiap harinya diperkirakan hingga 250 ton. Dan, imbuh Yudha, sampah yang diangkut oleh DLH terbatas hingga pukul 17.00 wib.
"Yang masuk ke TPA sekitar 250 Ton. Yang kita layani oleh DLH. (Pendistribusian sampah) Cuma sampe sore saja jam 5an, Karena TPA (Cipeucang) tutup jam segitu," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, dikatakan Wakil Walikota, Benyamin Davnie, sekira 150 pesapon diturunkan DLH untuk mengatasi sampah warga, pasca banjir yang melanda Kota Tangsel.
"Informasi yang masuk ke saya, ada sekitar 150 tenaga pesapon yang diterjunkan. Mereka turun ke lapangan sejak tangga 1 Januari kemarin," kata Benyamin saat dihubungi wartawan.







