JAKARTA, HARIAN UMUM - Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono mengingatkan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta untuk lebih memiliki empati di masa pandemi Covid-19 melanda Ibukota. Caranya, dengan menyisihkan pendapatan mereka untuk membantu penanganan wabah yang berasal dari Wuhan, Cina itu.
"Mereka harusnya meniru ASN yang juga turut bergotong royong menangani Covid-19 dengan rela dipotong TKD-nya sampai 50 persen. Saya harap mereka bisa berempati dengan menyisihkan gaji atau THR mereka untuk kemudian disalurkan melalui Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB)," ujar Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, di Jakarta, Kamis (28/5/2020).
Diketahui, TGUPP telah mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau uang apresiasi sebesar satu bulan gaji di saat tunjangan kinerja daerah (TKD) Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya dan anggaran Anggota DPRD DKI Jakarta dipotong untuk membantu penanganan Covid-19.
THR yang diterima TGUPP, menurut dia sudah diatur dalam regulasi. Selain itu bagi anggota TGUPP yang sudah mengabdi lebih dari satu tahun memiliki kontrak kerja yang salah satu poinnya berhak mendapatkan uang apresiasi jika telah mengabdi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama satu tahun.
"Mereka harus ikhlas dengan kesadaran diri dengan menyalurkan donasi ke KSBB. Empati tersebut diperbolehkan mengingat adanya pandemi Covid-19 yang belum menunjukan angka penurunan saat ini. Karena banyak pihak juga, baik anggota dewan, pengusaha bahkan ASN ikhlas menyisihkan pendapatannya untuk penanganan Covid-19," kata politisi partai Demokrat ini.
Adapun DPRD DKI Jakarta sendiri Mujiyono menambahkan, telah melakukan refocusing anggaran hingga Rp 253 miliar untuk membantu masyarakat dalam penanganan Covid-19. "Anggaran itu seperti anggaran reses, pembahasan pembentukan Perda, pansus, hingga anggaran kunker. Tidak sedikit, individu anggota juga menyisihkan rejekinya untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19," ucap Mujiyono.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah membuat program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) untuk membantu penanganan Covid-19 di Jakarta. Ada empat paket pilihan dalam program KSBB. Empat paket itu adalah makanan siap saji pagi-malam, sembako, paket lebaran, dan THR uang tunai.
Di hubungi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan, anggaran gaji dan THR TGUPP tidak dipangkas lantaran pos anggaran TGUPP masuk dalam kegiatan di Badan Pembangunan Perencanaan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.
“TGUPP itu kelompoknya ada di kegiatan, bukan di pegawai. Selama kegiatan itu dimungkinkan ada apresiasi untuk membayar keahlian tenaga mereka yah boleh-boleh saja,” kata Chaidir. (Zat)







