Aceh, Harian Umum - Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait dampak banjir bandang dan longsor yang terjadi di wilayah itu pada November 2025 lalu..
Pasalnya, akibat banjir dahsyat itu kini ditemukan tumpukan kayu baru seluas belasan hektar di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Paya Bakong.
Kayu-kayu itu diyakini terbawa arus ke kedua kecamatan tersebut ketika banjir bandang terjadi, dan diduga menjadi salah satu penyebab mengapa banjir bandang di Aceh Utara kala itu demikian parah.
“Temuan kayu baru sudah kita sampaikan ke Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni. Ini sedang dibersihkan, (dan) yang kebakaran kayu juga sudah kita padamkan, tidak ada lagi masalah,” terang Ayahwa, sapaan akrab Ismail, keapda media di Kantor Bupati Aceh Utara, Senin (16/2/2026).
Ia merinci bahwa tumpukan kayu sisa banjir tersebut ditemukan di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan; dan di pinggiran daerah aliran sungai Krueng Keureuto, Kecamatan Paya Bakong.
Khusus di Krueng Keureuto, luas tumpukan kayu diperkirakan mencapai 13 hektare.
Menurut Ayahwa, keberadaan kayu-kayu ini harus segera dibersihkan agar tidak menyumbat aliran sungai dan memicu bencana susulan.
“Sekarang alat berat yang membersihkan tumpukan kayu yang terbawa banjir bekerja di Desa Geudumbak , Kecamatan Langkahan. Setelah itu bersih, akan digeser ke Desa Buket Linteung, karena Buket Linteung ini telat diketahui oleh warga,” kata Ayahwa.
Terkait temuan di Krueng Keureuto, ia menegaskan pentingnya langkah cepat.
“Itu akan dibersihkan juga kayu-kayu itu. Jika tidak, akan timbul masalah baru di kemudian hari. Saya sudah komunikasi dengan Kementerian Kehutanan untuk pembersihan kayu itu,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, politisi Partai Aceh ini berkali-kali menyampaikan apresiasinya terhadap respons cepat pemerintah pusat, terutama dukungan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
“Atas dukungan bapak presiden, proses pembersihan kayu, kerusakan dan lain sebagainya relatif cepat ditangani di Aceh Utara. Saya juga terima kasih pada seluruh kementerian dan lembaga, serta relawan dan organisasi yang membantu sejak awal sampai ke depan rakyat Aceh Utara,” pungkasnya.
Kabupaten Aceh Utara termasuk wilayah yang terdampak paling parah saat banjir bandang dan longsor menerjang Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada November 2025. Banjir itu menelan 247 korban jiwa, tertinggi dari semua kabupaten/kota din Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak.
Hingga saat ini, sebanyak 19.000 warga Aceh Utara dilaporkan masih mengungsi di tenda-tenda darurat sambil menunggu pemulihan pasca bencana selesai dilakukan. (man)




