Jakarta, Harian Umum - Ketua Umum Forum Aliansi Masyarakat Antikorupsi (FORMASI) yang juga relawan militan Presiden Prabowo Subianto, yakni Jalih Pitoeng, mendesak Kepolisian segera memeriksa Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) yang juga eks Menkominfo Budi Arie Setiadi.
Permintaan itu disampaikan atas beredarnya video pertemuan internal Projo yang dihadiri mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di mana dalam pernyataannya, Budi Arie membahas tentang insting politiknya bahwa dinamika atau pergantian kekuasaan bisa terjadi lebih cepat dari tahun 2029.
Bocornya video itu terjadi di tengah-tengah persiapan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar demo 27 Agustus 2026 di DPR dengan agenda mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan tuntutan agar koruptor dihukum mati. Bahkan kalau itu massa AMPB ada yang telah tiba di DPR dan membangun Posko untuk menginap. Mereka datang sejak 21 Agustus 2026.
Sebagaimana kita tahu, demo 27 Agustus 2026 rusuh seperti demo Agustus 2025. Bahkan seorang warga Pejompongan, Jakarta Pusat, tewas akibat dikeroyok massa ketika hendak menutup Toko kacanya.
Rusuh itu terjadi setelah massa AMPB meninggalkan DPR karena telah diterima audiensi oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, dan dijanjikan bahwa RUU Perampasan Aset akan disahkan pada tanggal 15 Desember 2026.
Jalih menilai, statemen Budi Arie dalam video itu berpotensi menyulut reaksi massa. Ia bahkan menduga ada pengerahan massa pada tanggal 27 Agustus itu dengan tujuan untuk menggulingkan Prabowo.
"Statemen Budi Arie dalam video yang beredar itu sangat berpotensi menyulut reaksi massa dan diduga ada mobilisasi massa besar-besaran untuk menggulingkan pemerintahan Prabowo Subianto yang sah dan konstitusional. Ini merupakan tindakan makar," kata Jalih Pitoeng melalui siaran tertulis, Senin (31/08/2026).
Ia menduga seperti itu, karena katanya, video itu beredar menjelang aksi unjuk rasa 27 Agustus, sehingga terkesan ada korelasi antara video itu dengan demo rusuh 27 Agustus.
"Saya menduga ini makar karena dulu, ketika kami memimpin aksi massa untuk menolak Pemilu curang saja, kami dituduh makar," imbuh Jalih Pitoeng.
Menurut aktivis Betawi ini, ucapan Budi Arie dalam vedeo itu sungguh sangat berpotensi memecah belah anak bangsa dan bermuatan niat kuat untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo.
Sebelumnya, Jalih Pitoeng dan para relawan militan Prabowo menggelar konferensi pers di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, sehari sebelum unjuk rasa berlangsung .
Selain mengecam statment Budi Arie tersebut, Jalih Pitoeng juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi oleh ucapan Budi Arie.
"Kami para Tapol Napol yang tergabung dalam Persaudaraan Tapol Napol era rezim Jokowi, mengecam keras atas statment Budi Arie yang kita duga kuat sangat berpotensi sebagai tindakan makar," katanya. (man)







