Jakarta, Harian Umum - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak putus-putus dirundung polemik.
Sebelumnya, di saat menu program berbiaya Rp 336 triliun itu masih dikritik karena bahkan masih ada yang menimbulkan keracunan, Badan Gizi Nasional (BGN) dikritik karena berniat mengangkat pegawai inti SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) sebagai ASN PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), dan yang telah diangkat pun akan diberi tunjangan hari raya (THR).
Polemik yang lain adalah besarnya anggaran yang diberikan ke setiap SPPG per bulan yang mencapai Rp 1 miliar di tengah kualitas menu MBG yang masih dikeluhkan.
Kini, viral di media sosial kalau para SPPG juga akan diberi inventaris berupa motor listrik.
Dalam video-video yang beredar terlihat motor-motor listrik itu ada yang diparkir di sebuah gudang, akan tetapi ada juga yang sedang dipasok dengan menggunakan truk. Semua motor itu berlogo BGN.
"Buat jabar doang 70.000 unit motor buat pegawai MBG 🤣 Kalian ikhlas duit kalian buat kampanye terselubung wowo?" tanya pemilil akun X @AnKii*** dikutip Selasa (7/4/2026).
"Asyiiiiikkkkkk.. Ini beneran buat pegawai SPPG?" tanya @Miskin***.
"Kenapa ya Pegawai SPPG demen banget pamer' ditengah program MBG yg masih pro kontra," kata @Ghur***.
Menanggapi hal itu, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan bahwa pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran 2025, dan ia mengakui kalau motor-motor itu ditujukan untuk mendukung operasional Program MBG, khususnya bagi kepala SPPG.
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," kata Dadan, Selasa (7/4/2026), dikutip dari Sindonews.
Ia memastikan bahwa kendaraan tersebut saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait, karena masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.
"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," kata dia.
Dadan membantah pengadaan motor itu mencapai 70.000 unit.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," katanya.
Dadan berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta dapat memahami bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia. (man)







