TANGSEL, HARIAN UMUM - Yekah (38) janda yang memiliki 4 anak, harus pasrah tinggal di gubuk reyot, meski dihimpit perumahan mewah di sekelilingnya.
Bagaimana tidak, 38 tahun tinggal di wilayah Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Yekah hingga kini belum juga mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.
"Saya berharap ada bantuan dari pemerintah, saya enggak minta yang bagus. Yang penting anak saya pas main aman, enggak was-was kalau rumah ambruk," kata Yekah kepada wartawan, Kamis (1/8/2019).
Yekah menceritakan kecemasannya, ketika musim penghujan tiba. Pasalnya, gubuk yang ditinggali bersama 4 anaknya tersebut, disinyalir nyaris roboh jika diterjang angin dan hujan.
"Saya takutnya kalau ada angin kencang sama hujan, kalau anak-anak lagi main terus tiba-tiba ambruk kan takut. Namanya juga rumahnya udah kaya gini, didorong juga udah ambruk," ujar Yekah.
Belum lagi, imbuh Yekah, dirinya harus berbagi tempat berbaring karena kurangnya tempat tidur dikediaman.
"Kasur kan cuma satu, itu buat ade (putri bungsunya). Kalau saya pakai tiker aja tidurnya. Kalau hujan, ya kena pas tidur," kata Yekah bersamaan dengan Putri Sulungnya, Nabilla.
Yekah yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci ini, mengaku upah dari pekerjaannya kerap tak mencukupi biaya hidup Yekah dan keluarganya, ditambah dia harus mengurus ibunya yang mengalami patah kaki semenjak tiga tahun lalu.
Ketua RT 04 tempat Yekah tinggal, Arsad berharap, agar warganya itu mendapat bantuan perbaikan rumah dari Pemkot Tangerang Selatan.
"Jangan sampai ada warga yang tertimpa rumah. Karena ini bahaya kalau hujan terus ada angin besar takutnya ketimpa. Kalau saya sebagai Ketua RT, siapapun yang ingin membatu secepat mungkin bisa membantu," kata Arsad.







