Bekasi, Harian Umum - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Bekasi, Aji Ali Sabana, mengkritisi penghentian penayangan videotron calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, di wilayahnya.
Videotron itu di-take down pada hari pertama penayangan, padahal telah dikontrak selama sepekan.
"Sungguh ironis kejadian tersebut. Seharusnya di Pemilu, pesta demokrasi siklus lima tahunan, kita rayakan dengan riang gembira dan penuh kedamaian, bukannya saling tekan menekan yang destruktif," kata Ali seperti dilansir kompas.com, Rabu (17/1/2024).
Ia memastikan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman Terkait hal jni.
Ia bahkan mengatakan, NasDem tidak ragu untuk menempuh jalur hukum jika terindikasi adanya kecurangan.
"Atas kejadian ini tentu DPD partai NasDem Kota Bekasi melalui Timnas Amin akan melakukan kajian dan langkah hukum bila hal itu terindikasi ada permainan tidak fair," kata Ali.
Ia mendesak Bawaslu Kota Bekasi untuk mengusut penyebab iklan kampanye Anies itu dihentikan penayangannya.
"Kami juga mendesak Bawaslu untuk mengusut tuntas siapa dalangnya. Bila ada tindak pidana, maka harus ditindak tegas sesuai aturan," tegas dia.
Ali meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN), Polri, TNI untuk bersikap netral dalam pesta demokrasi tahun ini.
Ia mengajak seluruh pendukung AMIN untuk tetap fokus melakukan sosialisasi ke masyarakat.
"Maka dari itu, kami mengajak seluruh pendukung Amin, koalisi, relawan untuk tidak terpancing atas kejadian itu. Kita fokus turun ke masyarakat mensosialisasi masif capres Amin," imbuh dia.
Seperti diketahui, iklan Videotron Anies yang di-take down terjadi di Jakarta dan Bekasi. Iklan itu dibuat oleh pendukung Amin dari kalangan K-Popers.
Iklan Videotron Anies yang di-take down di antaranya yang berada di depan Grand Metropolitan Mall (GMM) Bekasi. Ada lima videotron yang berada di depan GMM, tepatnya di bahu Jalan KH Noer Ali, yang semula menayangkan iklan tentang Anies. (man)







