Jakarta, Harian Umum - Mulai banyaknya tersiar berita di media tidak maunya pengurus masjid memandikan jenajah pendukung Gubernur penista agama atau yang dikenal dengan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, membuat calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan nomer urut 3, menyayangkan sikap tersebut. Ancaman telah membuat warga DKI Jakarta memberikan suara tidak murni atau memberi suara karena rasa takut dan pada akhirnya memilih bukan karena harapan perubahan.
“Aksi mengancam bisa menghasilkan reaksi mengancam pula. Menjawab ancaman dengan ancaman seperti ini, walau atas inisiatif pribadi secara independen, bisa membuat suasana jadi makin tidak sehat,” kata Anies dalam lirisnya, Sabtu, 11 Maret 2017.
Anies menegaskan, partai pengusung dan relawan pendukungnya tidak pernah membuat spanduk ancaman. Anies mengimbau masyarakat agar menurunkan spanduk ancaman penolakan sholat jenasah.
“Juga tidak menganjurkan ancaman tersebut, Semua ini harus segera dihentikan” ujar Anies. Karena itu, Anies meminta agar masyarakat tetap menunaikan seluruh ketentuan hukum dan kewajiban terhadap jenasah.
Di infokan Belakangan beredar desas-desus warga Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tidak mau mensalatkan salah jenasah Siti Rohbaniah, 80 tahun, di Masjid Jami Darussalam.
Dan Almarhumah Hindun, 77 tahun, warga RT 09 RW 05, Jalan Karet Karya III nomor 2, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi,
Alasannya, keduanya diduga mendukung calon gubernur penista agama. Namun, desas-desus tersebut dibantah pengurus Rukun Warga setempat.







