Ekuador, Harian Umum - Walikota La Libertad, Ekuador, mengaku lolos dari upaya pembunuhan meski mobilnya diberondong 30 tembakan.
Seperti dikutip dari AFP, Minggu (20/8/2023), insiden mengerikan yang dialami walikota bernama Fransisco Tamariz itu terjadi pada Jumat (18/8/2023) malam waktu setempat.
Kala itu Tamariz baru saja pulang dari Kota Guayaquil, dan tiba-tiba saja dia melihat dua orang bersenjata keluar dari mobil polisi dan menembaki ban mobilnya yang berlapis baja.
Mobil itu tak hanya ditumpangi Tamariz, tetapi juga istrinya.
"Hanya dalam hitungan detik, mereka mulai menembaki mobil saya dengan peluru, tanpa peduli siapa yang ada di dalamnya. Mereka mencoba membunuh saya," kata Tamariz di akun platform X-nya seperti dikutip AFP.
Menurut AFP, apa yang dialami pemimpin kota pesisir yang berjarak sekitar 346 kilometer dari Ibu Kota Quito itu merupakan salah satu dampak dari ketegangan politik yang disertai kekerasan bersenjata di Ekuador, dan terjadi hanya sehari menjelang pelaksanaan Pemilu di negara yang menjadi sarang mafia pengedar narkoba itu.
Pemilu di Ekuador dilaksanakan Minggu (20/8/2023) waktu setempat.
Tamariz menyebut, ada sekitar 30 tembakan yang dilepaskan ke arah mobilnya, dan saat insiden beelangsung, banyak orang yang menyaksikan.
Tak Pandang Tempat
Di lokasi terpisah, politisi Ekuador yang lain juga menyaksikan peristiwa kekerasan bersenjata. Seorang calon kandidat presiden dari sayap kanan, Otto Sonnenholzer, pada Sabtu (19/8/2023) waktu setempat mengatakan, dia telah melihat insiden penembakan saat sedang sarapan di Kota Guayaquil bersama keluarganya.
"Syukurlah kami semua baik-baik saja, tetapi kami menuntut penyelidikan atas apa yang terjadi," tulis Sonnenholzer dalam platform X.
Mantan wakil presiden Ekuador itu mengaku sedih atas segala rasa takut dan ketidakberdayaan yang terlihat di mata orang-orang yang tidak bersalah saat penembakan terjadi.
Diduga Sonnenholzer merupakan target serangan itu, tetapi dia menjelaskan bahwa sebelum insiden, terjadi aksi kejar-kejaran antara polisi dan tersangka kriminal beberapa meter dari lokasi Sonnenholzer saat itu.
Aksi kejar-kejaran tersebut, sambung Sonnenholzer, berujung pada penangkapan lima tersangka yang membahayakan puluhan orang-orang di sana.
Polisi pun mengkonfirmasi bahwa aksi kejar-kejaran terjadi setelah adanya laporan percobaan perampokan di sebuah toko di Guayaquil.
Suasana menjelang Pemilu di Ekuador barangkali menjadi suasana yang paling mengerikan di dunia, karena diwarnai kasus pembunuhan atau percobaan pembunuhan terhadap politisi.
Pada 9 Agustus lalu, seorang calon kandidat presiden anti-korupsi, Fernando Villavicencio, tewas ditembak usai berkampanye di Ibu Kota Quito. (man)







