Jakarta, Harian Umum - Sebuah video berdurasi hanya 19 menit bikin geger netizen karena memuat pernyataan kontroversial dari sekelompok orang berseragam Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang mengaku bekerja di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Pasalnya, ASN dilarang terlibat politik praktis dan harus netral selama gelaran Pemilu 2024, tetapi kelompok ini secara terang-terangan justru bertindak sebaliknya
Begini yang dikatakan kelompok itu yang diwakili oleh laki-laki yang duduk di barisan depan dengan posisi di tengah, sebagaimana dikutip Rabu (3/1/2024).
"Kami dari Forum Komunikasi Nantuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Garut menyatakan Indonesia membutuhkan pemimpin muda di masa depan Mas Gibran Rakabuming Raka, terimakasih".
Di ujung pernyataan itu, anggota Forum Komunikasi Nantuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Garut perempuan yang duduk di sisi kiri, kanan dan belakang "sang jubir" mengangkat foto Gibran untuk ditunjukkan kepada publik
Begini komentar beberapa dari begitu banyak netizen yang berkomentar, sehingga video itu viral.
"Se najis ini kah @jokowi @ListyoSigitP @mohmahfudmd ? Jgn bilang ini video pilpres 2014 ya," kata @Gang_Of_Petojo.
"Terang terangan, dan berani , sepertinya begitu yakin akan jauh dari tindakan," kata @amelcewaw.
"Semua aturan Di Tabrak .. memtang mentang Penguasa... Ingat Pak .. sakit rasanya kalau Rakyat sudah Marah," umpat @GibraltarNc.
Kompas.com melansir, Kepala Satpol PP Kabupaten Garut, Basuki Eko, membenarkan soal adanya video itu dan dia mengaku baru mengetahuinya pada Selasa (2/1/2024) siang, saat dirinya bersama anggota yang lain sedang menertibkan alat peraga kampamye (APK).
Dia mwnjelaskan, pelaku utama pembuatan video itu adalah seorang tenaga kontrak senior dan tergabung dalam satu regu yang bertugas menjaga ketetiban umum di kawasan pusat Kota Garut. Inisialnya CI.
"Jadi, ini inisiatif (CI) sendiri dalam rangka eksistensi dirinya sendiri. Bahkan anggota yang ada di video itu, anggota regunya. Mereka ikut secara spontanitas karena yang ngajak seniornya," kata Eko di kantor Satpol PP Garut, Selasa (2/1/2024).
Ia bahkan mengatakan bahwa ketua Forum Bantuan Polisi Pamong Pradja yang namanya dipakai CI,, tidak memberikan dukungan kepada salah satu pasangan Capres-Cawapres.
"Saya tanya Pak Andri (Ketua Forum) itu tidak ada perintah, dari pengurus yang lain juga tidak ada. Bahkan Danton (Komandan Peleton) juga tidak tahu, regu yang lain juga tidak tahu," jelas Eko.
Dari pengakuan anggota forum yang terlibat dalam video ituI saat menjalani sidang etik, diketahui kalauvideo tersebut dibuat sebelum Gibran ditetapkan menjadi Cawapres Prabowo.
Meski demikian, Eko mengaku belum mendapatkan video yang asli untuk memastikan hal tersebut.
"Menurut pengakuan, setelah dibuat itu dihapus. Katanya memang (sempat) dikirim ke temannya namun dihapus, di HP-nya sudah tidak ada," ungkapnya.
Eko mengaku telah memberi sanksi berupa skorsing tanpa tunjangan selama tiga bulan kepada CI, dan skorsing satu bulan tanpa tunjangan kepada anggota lainnya yang ada dalam video tersebut.
"Yang kami repotkan itu sekarang justru persoalan internal, kebiasaan di kami kalau ada anggota satu regu salah, yang dihukum satu peleton. Ini rekan-rekan satu peletonnya marah sama yang bersangkutan," imbuh dia. (rhm)







