Jakarta, Harian Umum - Direktur Eksekutif Jaringan Suara Indonesia (JSI), Fajar S Tamin, mengatakan dari hasil survei, kecendrungan swing voter (massa pemenang) akan memilih capres non incumbent yang besar pada setiap pertemuanan Pemilu.
"Sama seperti Pileg (Pemilihan Legislatif) atau Pilpres (Pemilihan Presiden), mengayunkan pemilih kecendrungan ke non incumbent besar," kata Fajar.
Sementara untuk partai, Fajar melanjutkan di Pileg swing voter akan didistribusikan di partai papan tengah. "Seperti misalnya Hanura dengan angka elektabilitas 1,2 persen. Nanti hari H bisa melonjak menjadi 5 persen," terang Fajar.
Survei lainnya Fajar mengutip tingkat pilihan dari survei JSI, PDIP menempati urutan teratas sebesar 25,4 persen, diikuti Gerindra 14,3 persen, Golkar 8,8 persen, PKB 7,2 persen.
Fajar menambah, PDIP menjadi partai paling sering dilihat dengan 32,0 persen, Gerindra 13,9 persen, Perindo 13,2 persen. Lalu diikuti Golkar 11,9 persen, PKB 5,1 persen.
"Untuk Perindo, sebagai partai pendatang baru, partai ini cukup tinggi tingkat paling sering dilihat atau didengar. Sebab Perindo sangat gencar menyuarakan program-programnya ke masyarakat melalui media elektronik," tandasnya.
Pada survei JSI kali ini, metode yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen. Hasil survei diperoleh pada 3-8 Maret 2019 dengan 1.220 responden untuk nasional yang diwawancarai tatap muka. (Zat)







