TANGSEL, HARIAN UMUM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapatkan kritik dari Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Wanto Sugito.
Wanto yang bertutur acara 'Pilkada Berbudaya, Tangsel Berdaya', dianggap tidak akan menambah jumlah partisipasi dalam pilkada 2020 mendatang.
"Kalo kegiatannya seperti siang tadi begitu, ya gak akan meningkatkan partisipasi pemilih pilkada di 2020.
Lebih baik partisipasi kumpulkan 700-an Ketua RW se-tangsel, meminta bantuan mereka untuk sosialisasi ke RT dan lingkungan, agar diinformasikan ke masyarakat sebagaimana (tahun) 2020
"Jelaskan tahapannya dan pencoblosan kalo tidak salah 23 september 2020, "ungkap Wanto saat membahas diterbitkan, Senin (9/12/2019).
Wanto pun menyatakan bahwa, Kota Tangsel termasuk dalam 45 kabupaten / kota dengan tingkat partisipasi terendah di Indonesia.
"5 tahun yang lalu kan partisipasi pilkadanya cuma 57%. Tangsel termasuk 45 Kabupaten / Kota se-Indonesia dengan partisipasi paling rendah. Jadi gebrakannya (KPU) ditantang yang (lebih) spektakuler," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya bahwa, acara KPU Kota Tangsel menyelesaikan bangku kosong, bahkan beberapa orang yang hadir tampak keluar dari acara, meskipun gelaran masih berlangsung. Hal itu (bangku penuh kosong) pun mendapatkan sorotan dari pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak.
"Ya memang perlu lebih digenjot, biar lebih rame lagi. KPU harus lebih proaktif. Selenggarakan kegiatan sosialisasi di kampus-kampus, gelar event-event olahraga dan pentas seni. Partisipasi, "kata Zaki saat dihubungi rapat.







