Jakarta, Harian Umum - DPW dan DPD Relawan Bro Anies (BroNies), Sabtu (19/8/2023) pagi menggelar Panggung Kemerdekaan bertajuk "Temu Kangen Warga Jakarta dan Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan" di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.
Bronies merupakan salah dari ratusan simpul relawan Anies Baswedan yang akan berjuang untuk menjadikan mantan gubernur DKI Jakarta tersebut sebagai presiden melalui Pilpres 2024.
"Kita menyelenggarakan acara ini sebagai bagian dari refleksi dan evaluasi atas kegetiran yang dirasakan rakyat Indonesia selama ini," ujar Ketua Umum DPP Bronies Yusuf Blegur seperti dikutip dari siaran persnya, Jumat (18/8/2023).
Aktivis '98 ini menjelaskan kegetiran yang dimaksud, yakni bahwa meski pada Kamis (17/8/2023) Indonesia telah merdeka selama 78 tahun, tetapi rakyat belum bisa dibilang sepenuhnya merdeka.
"Masih banyak di sana-sini kehidupan orang-orang kecil yang identik terjajah, terpinggirkan, terampas dan tertindas. Itulah realitasnya. Saban tahun negara bagai merayakan momen 17an yang sejatinya jauh dan bertolak-belakang dari makna kemerdekaan yang sesungguhnya," jelas
Menurut dia, kegetiran itu juga dirasakan oleh masyarakat Jakarta yang masih harus bergulat dengan urusan pemaknaan dari apakah merdeka itu, dan apa tujuannya. Padahal, Jakarta merupakan barometer bagi provinsi lain, termasuk dalam bidang politik, sehingga baik buruknya Indonesia bisa dilihat dan diprotret dari baik buruknya Jakarta.
"Seperti kata Pak Anies yang menjadi gubernur Jakarta periode 2017-2022, ia kerap menyoal substansi kemerdekaan. Buat apa merdeka kalau rakyat tak punya tanah? Buat apa merdeka kalau rakyat masih susah mendapat pelayanan pendidikan dan kesehatan? Buat apa merdeka kalau kekayaan negara habis dikuras bangsa asing? Buat apa merdeka kalau pemimpinnya gemar korupsi dan pejabatnya hobi pada yang mudharat? Buat apa merdeka kalau sesama anak bangsa saling bertikai, konflik dan bermusuhan serta memicu disintegrasi nasional? Masih banyak lagi segudang kontradiksi dari perayaan ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang seremonial dan artifisial, yang tak lebih dari sekedar permainan, hiburan dan kegembiraan sesaat. Kata merdeka telah lama kehilangan nasionalisme dan patriotisme di dalamnya," kata Yusuf panjang lebar
Ia menyebut, acara temu kangen ini juga akan diisi dengan deklarasi dan pelantikan pengurus DPW dan DPD Bronies, serta menampilkan Karnaval Kebudayaan dan Kebhinnekaan, beragam pentas kesenian tradisional, senam kreasi massal, dan lain-lain.
Beberapa aktivis dan tokoh nasional juga dijadwalkan hadir.
Berikut tujuan Bronies menggelar Panggung Kemerdekaan bertajuk "Temu Kangen Warga Jakarta dan Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan":
1. Menghembuskan spirit persatuan dan kesatuan bangsa sebagai kekayaan nasional dari Jakarta hingga menyeluruh seantero negeri.
2. Membangun budaya guyub, solid dan toleransi warga Jakarta meski lekat dengan keberagaman dan plurailtas.
3. Membangkitkan semangat kebhinnekaan dan kemajemukan yang menjadi penopang fundamental sebagaimana dituangkan dalam nilai-nilai Panca Sila, UUD 1945 dan NKRI.
4. Melakukan penyegaran dan relaksasi sosial sekaligus berbagi edukasi bersama seluruh warga Jakarta tentang nasionalisme dan patriotisme, melalui pentas seni budaya nusantara dalam momen perayaan HUT Kemerdekaan RI.
5. Mengokohkan silaturahim dan persaudaraan para pemimpin dan tokoh tokoh dengan warga Jakarta.* *Hal tersebut penting dan signifikan melahirkan kultur kesetaraan dan keadilan bagi sesama warga Jakarta khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya. (man)







