Jakarta, Harian Umum - Presiden Prabowo Subianto mengangkat sosok kontroversial M Qodari sebagai wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan AM Putranto yang dicopot bersama tiga pejabat lainnya pada reshuffle kabinet Selasa (17/9/2025).
Tiga pejabat dimakdud adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Sulaiman Umar, dan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi.
Erick digeser menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), menggantikan Dito Ariotejo yang dicopot pada tanggal 7 September 2025, sementara posisi Kepala CPO yang nomenklaturnya diganti menjsii Badan Komunikasi Pemerintah, diisi Angga Raka yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Menteri Komunikasi dan Informatika.
Posisi Wamenhut yang dicopot dari Sulaiman Umar, diserahkan kepada politikus Partai Gerindra Rohmat Marzuki.
Pemberhentian Erick, Sulaiman Umar, Hasan Nasbi dan AM Putranto berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Tahun 20247 -2029.
Selain mencopot keempat pejabat itu, Prabowo juga melantik Djamari Chniago menjadi Menko Polkam; melantik Farida Faricha sebagai Wakil Menteri Koperasi; Nanik Sudaryati Deyang dan Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional; melantik Sarah Sadiqa menjadi Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dan melantik Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Polri.
Seperti diketahui, Qodari adalah Direktur Eksekutif Indo Barometer, salah satu lembaga survei pendukung militan mantan Presiden Joko Widodo, dan penggagas pasngann Jokowi - Prabowo 2024 (Jokpro 2024) agar Jokowi dapat menjadi presiden untuk periode ketiga (2024-2029), meskipun ide itu bertentangan dengan konstitusi, di mana konstitusi Hanya mengizinkan seseorang menjabat sebagai presiden hanya maksimal sebanyak 2 kali. (rhm)







