Jakarta, Harian Umum - Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana menantang Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari untuk berdebat tentang kecurangan Pilpres 2024.
Pasalnya, Qodari bulan saja dicurigai sebagai tim sukses Paslon 02 Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, tetapi juga membantah adanya kecurangan di ajang pemilihan presiden RI itu.
"Misalnya Qodari, saya berani bertarung secara intelektual. Saya punya data yang jelaskan bahwa KPU curang 100%. Bisa, ada datanya,' kata Eggi dalam diskusi bertajuk "Bicara Bebas Konstitusional, Melawan Kebathilan & Membongkar Kecurangan Pemilu" di Jakarta, Sabtu (2/3/2024).
Eggi mengaku telah mendatangi KPU terkait 54 juta DPT bermasalah, tapi tidak ditanggapi penyelenggara Pemilu itu.
Dia bahkan juga mengatakan bahwa pihaknya punya Formulir C1 yang menunjukkan bahwa kemenangan Pilpres 2024 untuk 01.
"Mari kita adu adu data, kapan, saya tantang Qodari dan.lain-lain yang mendukung sana (02) supaya kita ini jangan menjadi fitnah," tegasnya.
Seperti diketahui, penggalan video Qodari viral beberapa waktu lalu di mana dalam video itu Qodari menyebut kalau perolehan suara Paslon 01 Anies-Muhaimin (AMIN) di Pilpres 2024 adalah 27, 2 % dan Paslon 03 Ganjar-Mahfud adalah 16,9%. Qodari mengatakan hal ini pada 5 Januari 2024, jauh sebelum hari pencoblosan Pemilu 2024 pada 14 Februari.
Dalam video lainnya yang juga viral, Qodari mengatakan bahwa suara Ganjar-Mahfud akan hangus karena yang masuk putaran kedua adalah Prabowo (Paslon nomor urut 02) dan Anies.
Sebelumnya, Qodari diketahui merupakan salah satu inisiator wacana penambahan masa jabatan.presiden menjadi 3 periode dan pengusung duet Jokowi-Prabowo pada Pilpres 2024.
Atas videonya yang viral, Qodari mengaku video itu telah dipotong dan diedit dengan tujuan framing melakukan kecurangan Pilpres 2024. Dia bahkan mengatakan bahwa hasil Pilpres 2024 merupakan murni suara rakyat, tidak ada unsur rekayasa seperti dituduhkan oleh pihak-pihak yang kalah berdasarkan quick count (01 dan 03)
"Semua pilihan ini adalah real dari masyarakat gitu loh. Ini klarifikasi aja ya, karena ini saya kan di-frame melakukan kecurangan atau menjadi bagian dari kecurangan itu," ujar Qodari dalam keterangannya pada 24 Februari 2024.
Menurut dia, kalau misalnya betul-betul kecurangan, ngapain Anies-Muhaimin ia kasih angka 27%, sementara rata-ratanya 24 persen sebagaimana quick count.
"Tanggung amat. Jadi, tanggal 5 Januari itu harusnya saya sudah ngomong 24% supaya tambah yakin. Jadi ini hanya kebetulan, sejarah saja," imbuhnya.
Qodari mengaku video presentasinya tersebut telah kehilangan konteks karena dipotong-potong dan dilakukan editing oleh oknum dengan tujuan menyebarkan hoax.
"Nah itulah. Jadi, karena ini dipotong-potong akhirnya kehilangan konteks," kata dia.
Seperti diketahui, pihak 01 dan 03 menilai telah terjadi kecurangan Pilpres secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) demi memenangkan Paslon 02 Prabowo-Gibran. Dalam diskusi hari ini, Eggi bahkan mengatakan kalau kecurangan itu terjadi jauh sebelum hari pencoblosan pada 14 Februari 2024, tetapi sejak MK meloloskan Gibran menjadi Cawapres dengan putusan nomor 90/PUU-XXI/2023 dan yang oleh Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi putusan MK itu melanggar etik berat dan ketua MK kala itu, Anwar Usman yang juga pamannya Gibran, dicopot dari jabatannya.
Kecurangan berlanjut dengan diterimanya Gibran oleh KPU sebagai Cawapres meski PKPU Nomor 19 Tahun 2023 mensyaratkan bahwa usia Capres-Cawapres minimal 40 tahun, sementara Gibran 36 tahun, sehingga oleh DKPP, KPU divonis melanggar etik.
Eggi mengatakan bahwa Pilpres curang secara terstruktur karena melibatkan Presiden Jokowi, KPU, dan aparat, termasuk ASN yang dikerahkan untuk.memilih 02.
Sementara Pilpres curang secara sistematis karena memang tersistem dari level atas hingga terbawah (RT/RW), dan masif karena dilakukan secara meluas dan terus menerus, bahkan hingga usai hari pencoblosan, yang antara lain terindikasi dari Sirekap KPU yang algoritmanya diduga disetting untuk memenangkan 02 hingga 58% sebagaimana hasil quick count. (rhm)







