Jakarta, Harian Umum- Koordinator Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Bin Saiman mengadakan sayembara terkait buronnya Ketua DPR Setya Novanto saat akan dijemput paksa penyidik KPK, Rabu (15/11/2017) malam.
"Barang siapa dapat memberikan informasi valid keberadaan Novanto, maka akan dapat hadiah uang Rp10 juta," kata Boyamin dalam siaran tertulisnya. Kamis (16/10/2017).
Ia meminta kepada masyarakat yang mengetahui dimana keberadaan tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP itu, agar memberitahukannya kepada KPK, Kepolisian atau aparat penegak hukum yang lain, sang buronan tersebut dapat ditangkap.
Boyamin mengaku, uang itu sudah ia siapkan dalam rekening khusus, dan telah menyiapkan surat kuasa bagi yang berhak menerima hadiah tersebut.
"Selanjutnya, mulai besok, rekening tersebut akan saya umumkan kepada khalayak untuk diberikan kesempatan kepada pihak lain untuk menambahnya. Jika rekening tersebut bertambah berapa pun akan menjadi hak penerima hadiah," imbuh dia.
Seperti diketahui, Setya Novanto telah 11 kali mangkir dari panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi maupun tersangka. Ia mangkir dengan berbagai alasan. Selain sibuk dengan agenda DPR, ketua umum DPP Partai Golkar ini juga mengaku hanya mau memenuhi panggilan KPK setelah ada putusan judicial review UU tentang KPK yang ia ajukan ke MK.
Akibat hal ini, KPK mengeluarkan surat penangkapan dan Rabu sekitar pukul 21:00 WIB, 10 orang penyidiknya mendatangi rumah politisi yang akrab disapa Setnov tersebut yang berada di Jalan Wijaya XIII Nomor 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk melakukan penjemputan paksa, namun yang bersangkutan tak ada di rumah.
Hingga penyidik KPK meninggalkan rumah mewah Setnov tersebut, sang Ketua DPR tak juga kembali, sehingga dia dinyatakan buron dan KPK memintanya menyerahkan diri. (rhm)







