Jakarta, Harian Umum - Sejak Selasa (5/3/2024) sekitar pukul 21:00 WIB diagram hasil Pilpres dan Pileg hilang dari Sirekap KPU yang bisa diakses di pemilu2024.kpu.go.id.
Kepada media, Rabu (6/3/2024), Komisioner KPU Idham Kholik mengatakan, pihaknya kini memang tak lagi menampilkan diagram tersebut.
"Kini kebijakan KPU hanya menampilkan bukti otentik perolehan suara peserta Pemilu. Setiap hasil rekapitulasi berjenjang wajib dipublikasikan oleh rekapitulator tersebut dalam hal ini PPK, KPU Kab/Kota dan KPU provinsi," katanya.
Namun berdasarkan penelusuran Kumparan, diagram itu tak benar-benar hilang dari situs tersebut, karena masih bisa diakses melalui fitur inspect element yang ada di semua browser, sehingga terkesan sengaja disembunyikan KPU dengan memodifikasi CSS (Cascading Style Sheet) yang merupakan aturan untuk mengatur sejumlah komponen dalam sebuah web, mulai dari font, warna tulisan, background, gambar, hingga elemen-elemen lain.
Kumparan menemukan bahwa status diagram di Sirekap KPU disembunyuikan dengan properti 'display: none'. Ini memang merupakan cara yang paling sederhana untuk menyembunyikan sebuah elemen html.
Lalu bagaimana cara melihat elemen yang disembunyikan tersebut? Mudah saja, pengunjung sebuah situs dapat mengubah properti 'display: none' menjadi 'display: block' agar elemen yang hilang tersebut dapat muncul.
Dalam kasus diagram di Sirekap KPU, elemen yang perlu dimunculkan adalah [data-highcharts-chart].
Dengan menggunakan properti 'display: none', diagram Sirekap tidak hilang di backend, melainkan hanya disembunyikan di frontend. Dengan sedikit memodifikasi CSS, kita bisa melihat diagram Pilpres maupun Pileg seperti sedia kala.
Untuk diketahui, hilangnya diagram di Sirekap terjadi di tengah sorotan terjadinya ledakan suara PSI hingga 3,13% dan terungkapnya penggelembungan suara untuk Paslon 02 dari angka ratusan hingga ribuan. (man)







