Jakarta, Harian Umum - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengaku kalau ribuan unit motor listrik yang dibeli untuk para kepala SPPG, dibuat di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, dan merupakan karya dalam negeri.
"Seluruh unit motor yang diproduksi merupakan hasil karya dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen," kata Dadan dalam keterangan persnya, Kamis (9/4/2026).
Dia menyebut, produksi dilakukan di fasilitas manufaktur yang berlokasi di Citeureup, dan merupakan upaya BGN untuk tidak hanya mendukung operasional program, tetapi juga mendorong industri nasional melalui penggunaan produk dalam negeri dengan TKDN yang signifikan.
Dadan membantah adanya informasi yang menyebut jumlah pengadaan sepeda motor listrik BGN mencapai 70.000 unit.
"Secara total, realisasi pengadaan motor listrik mencapai 21.801 unit dari rencana awal 25.644 unit. Informasi yang menyebut jumlah mencapai 70.000 unit adalah tidak benar," tegasnya.
Soal anggaran, ia menjelaskan kalau pembelian motor itu anggaran tahun 2025, akan tetapi pengadaannya secara administratif dan keuangan berlangsung pada tahun 2026.
"Pada akhir tahun 2025, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah mengajukan SPM sehingga anggarannya masuk dalam RPATA atau Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran," jelas dia.
Mekanisme ini, kata dia, sesuai PMK 84 Tahun 2025, di mana pembayaran dilakukan dalam dua tahap, yakni termin 1 atas terselesaikannya 60 persen unit dan termin 2 untuk penyelesaian hingga 100 persen unit.
Hingga akhir masa pemberian kesempatan pada 20 Maret 2026, penyedia hanya sanggup menyelesaikan 85,01 persen atau sebanyak 21.801 unit dari 25.644 unit yang dikontrakkan.
Seperti diketahui, pengadaan motor ini bikin heboh, karena terjadi di tengah pelaksanaan MBG yang masih menuai kritik.
Terlebih karena sebelumnya, BGN berencana mengangkat karyawan SPPG menjadi ASN PPPK, dan tiap hari diberi insentif Rp6 juta. (man)







