Jakarta, Harian Umum - Inisiator Jakarta Barometer, Jim Lomen Sihombing, meminta Heru Budi Hartono untuk fokus pada tiga tugas yang diberikan Presiden Jokowi selama mengemban tugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta.
Apalagi karena Heru telah mencanangkan Jakarta menjadi Kota Global.
"Dalam rangka persiapan launching lembaga kajian publik "Jakarta Barometer", kami sedikit memberikan catatan khusus soal perjalanan Bapak Heru Budi Hartono dalam mengemban amanah sebagai Pj gubernur DKI Jakarta dalam kurun waktu 10 bulan ini, terhitung sejak dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada 17 Oktober 2022," kata Jim, Jumat (14/7/2023) malam di Jakarta.
Ia mengingatkan tiga tugas penting yang diberikan Presiden Jokowi kepada Heru untuk ditunaikan selama menjabat sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta, yaitu tugas menangani banjir, mengatasi kemacetan dan membenahi tata ruang..
Dan dalam perjalanan Heru menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta, dia juga telah mencanangkan Jakarta sebagai Kota Global.
"(Pencanangan itu) tentu menjadi salah satu persiapan pindahnya ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur," kata Jim.
Menurut alumni Universitas Trisakti ini, menjadikan Jakarta sebagai Kota Global merupakan pilihan yang tepat, terlebih setelah kelak Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota negara.
Sebab, kata dia, sebagai kota berbasis jasa, Jakarta takkan pernah kehilangan karateristiknyaz dan status tak lagi menjadi ibu kota akan menjadi tantangan yang cukup serius bagi Heru dalam mewujudkan gagasan provinsi ini menjadi Kota Global.
"Kerja sama semua pihak tidak bisa ditunda, baik jajaran birokrat, legislatif, Kepolisian dan lain-lain," katanya.
Jim juga menyebut bahwa untuk menjadikan Jakarta sebagai Kota Global, salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah memecahkan masalah yang dibebankan Presiden kepada Heru, dan fokus untuk melaksanakannya dengan sebaik-baiknya, serta tidak sebatas hanya slogan, dan diskusi ilmiah, tetapi memilki program yang jelas yang dilanjutkan dengan kerja nyata semua pihak yang terkait (stackholder) di lingkungan Pemerintah DKI Jakarta.
Namun, kata Jim, dalam kurun waktu 10 bulan Heru menjabat sebagai Pj Gubernur DKI, Jakarta Barometer melihat semangat menjadikan Jakarta sebagai Kota Global masih sangat jauh. Diskusi ilmiah semua pihak, sampai implementasi dalam kehidupan masyarakat terasa tidak memiliki sentuhan soal menjadi Kota Global.
"Jakarta Barometer melihat, salah satu kerja nyata menjadikan DKI Jakarta Global harus dilihat dari kinerja pihak pertama, yaitu regulator yang menciptakan regulasi, kemudian mejaga regulasi tersebut di tengah-tengah masyarakat, disiplin dan tegas dalam bekerja tentu akan berdampak kepada seluruh kehidupan masyarakat di DKI Jakarta," katanya.
Menurut Jim, untuk menunaikan tugas yang diembankan Presiden, Heru harus terus meningkatkan etos kerja sebagai pelayan masyarakat, disiplin, tegas tetapi humanis.
Selain itu, Heru juga harus berani untuk tidak meneruskan kebijakan gubernur sebelumnya yang dianggap kurang tepat dalam implementasi, melakukan evaluasi kebijakan secara berkala, memiliki kemauan untuk melihat kebijakan masa lalu yang baik dan diterapkan kembali saat ini, jika kebijakan tersebut memang terbukti dapat mendukung ambisi untuk menjadikan Jakarta sebagai Kota Global.
"Jakarta Barometer perlu mengingatkan bahwa pesan Presiden Jokowi kepada Pj Gubernur Heru Budi Hartono adalah bentuk keyakinan Presiden memilih Pak Heru menjadi Pj Gubernur DKI. Maka, apabila terwujud, tentu tanggung jawab politik tersebut akan terasa terbayar lunas kepada masyarakat Jakarta," kata Jim.
Dampak positif yang lain, lanjut dia, hal itu akan membuka lebar kesempatan bagi Heru apabila berkeinginan untuk ikut menjadi salah satu kandidat gubernur dalam pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta 2024.
"Namun, menjadi persoalan negatif apabila kinerja Heru tidak maksimal, dan waktu 2 tahun yang diberikan Presiden Jokowi untuk memimpin Jakarta tidak dirasakan bermanfaat oleh masyarakat Jakarta," kata Jim lagi.
Jakarta Barometer pun meminta Heru untuk fokus dalam mengemban tugasnya, dan tidak ikut dalam hiruk pikuk Pilres 2024 yang penuh drama dan intrik, yang bisa menggangu proses terwujudnya Kota Jakarta menjadi Kota Global…
"Membenahi tata ruang diperlukan kepekaan, menangani banjir diperlukan ketegasan, mengatasi kemacetan diperlukan kedisiplinan. Ayo Benahi Jakarta ...!" tutup Jim. (man)





