Jakarta, Harian Umum - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu memberi tiga pesan khusus kepada Suswono, ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS yang mendampingi Ridwan Kamil sebagai calon wakil gubernur (Cawagub) dalam Pilkada Jakarta 2024.
"Saya berpesan betul kepada Pak Suswono dengan tiga hal sebagai wakil, yang pertama adalah cepat tidak mendahului, pandai tidak menggurui, dan tajam tidak melukai," kata Syaikhu saat deklarasi Ridwan Kamil-Suswono di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2024).
Ia meyakini, jika tiga hal itu diikuti oleh Suswono, maka program-program pembangunan di Jakarta nantinya bisa berjalan dengan baik dan beriringan.
"Insya Allah itu akan berdampak pada partai-partai pengusungnya. Insya Allah 2029 kursinya semuanya akan bertambah, dan tentu yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita mewujudkan dan merealisasikan cita-cita kita bersama untuk Jakarta yang lebih baik," imbuh Syaikhu.
Seperti diketahui, semula PKS akan mengusung Anies Baswedan dan Sohibul Iman, akan tetapi Anies dinilai gagal mendapatkan mitra koalisi karena untuk mengusung calon di Pilkada Jakarta, Parpol harus punya minimal 22 kursi, sementara kursi yang diperoleh PKS dari hasil Pileg 2024 hanya 18.
Di sisi lain, PKB dan Nasdem yang semula akan mengusung Anies, telah mengundurkan diri dan merapat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang akan mengusung Ridwan Kamil.
Tak ingin menjadi penonton di Pilkada Jakarta, sementara di sisi lain PKS juga tak mungkin berkoalisi dengan PDIP, PKS ikut merapat ke KIM, dan saat Ridwan Kamil - Suswono dideklarasikan sore ini, nama KIM tidak disebut, karena yang disebut adalah Koalisi Jakarta Baru yang terdiri dari 12 Parpol minus PDIP.
Bisa ditebak kalau KIM bertransformasi.menjadi Koalisi Jakarta Baru, karena KIM digunakan untuk memenangkan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, sementara mereka kini berlaga di Pilkada Jakarta.
Dengan diusung 12 Parpol di mana 10 di antaranya memiliki kursi di DPRD DKI Jakarta, maka lawan Ridwan Kamil dan Suswono adalah kotak kosong karena PDIP hanya punya 15 kursi di DPRD DKI, sehingga tak bisa mengusung calon sendiri, atau melawan calon independen.
Namun, calon independen ini sedang menghadapi masalah kasus Pencatutan NIK yang membuat keikutsertaannya di Pilkada Jakarta bisa saja dianulir KPU DKI Jakarta.
Akan tetapi, Istana bisa saja mengintervensi KPU DKI agar tetap meloloskan calon independen itu agar Ridwan Kamil dan Suswono tidak melawan kotak kosong.
Jika ini terjadi, bisa saja calon independen hanya menjadi boneka yang akan dikorbankan, atau sebaliknya; bisa mengalahkan Ridwan Kamil dan Suswono. (rhm)





