Teheran, Harian Umum - Angkatan Udara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali menembak jatuh pesawat jet tempur siluman Amerika Serikat F-35 yang tengah beroperasi di atas Iran tengah.
Sebelumnya, pada 19 Maret 2026, pesawat sejenis juga ditembak jatuh oleh Angkatan Udara IRGC.
"Karena ledakan hebat saat benturan (dengan rudal) dan jatuh, kemungkinan besar pilot tidak dapat melontarkan diri," kata Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, dilansir Al Madayeen, Jumat (3/4/2026).
Gambar puing-puing jet tempur generasi kelima yang ditembak jatuh itu beredar di online. Berdasarkan analisis lembaga penyiaran milik Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), dipastikan bahwa puing berupa sirip ekor pesawat itu merupakan bagian dari F-35 itu, karena pada puing itu ditemukan emblem Angkatan Udara AS yang dicetak di Eropa.
Sebelumnya, pada Kamis (2/4/2026), Kantor Hubungan Masyarakat IRGC mengumumkan bahwa jaringan pertahanan udara terpadu Iran telah menembak jatuh pesawat tempur musuh lainnya di atas Pulau Qeshm selatan. IRGC mengatakan bahwa pesawat tempur tersebut jatuh di antara pulau Hengam dan Qeshm, dan tenggelam ke perairan Teluk.
Selain itu, pertahanan udara Iran menembak jatuh dua pesawat tanpa awak ketinggian menengah berdaya tahan tinggi (MALE UAV), termasuk MQ-9 Reaper buatan AS. Bukti juga menunjukkan bahwa rudal permukaan-ke-udara 9-Dey mengenai salah satu drone tersebut.
Sepanjang perang melawan Iran, pertahanan udara Iran telah menembak jatuh sejumlah pesawat tempur dan pesawat lainnya, termasuk pesawat
tempur F-16, F-15, F/A-18, dan F-35. Iran juga menghancurkan sejumlah pesawat AS yang diparkir di landasan pangkalan udara regional dengan cara merudal pangkalan udara itu.
Di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, sebuah pesawat E-3 Sentry (AWACS) mengalami serangan presisi dan hancur total, dilaporkan akibat serangan drone satu arah Iran.
Selain itu, menurut klaim AS, dua pesawat KC-135 Stratotanker bertabrakan di udara di atas Irak, di mana satu pesawat selamat dari tabrakan tetapi rusak, sementara yang lain jatuh. Enam tentara Angkatan Udara AS tewas dalam insiden tersebut.
Menurut laporan media AS, sebuah jet tempur F/A-18 Kuwait secara tidak sengaja menembak jatuh tiga pesawat F-15 Amerika di atas Kuwait. Insiden tersebut terjadi ketika pilot dikerahkan untuk mencegat drone dan rudal jelajah yang datang. (man)


