Jakarta, Harian Umum - Angkatan Laut Iran pada Rabu (11/3/2026) malam waktu Timur Tengah menghantam tiga kapal tanker pengangkut minyak di perairan Teluk, dalam wilayah Irak, diduga dengan menggunakan drone bermuatan bahan peledak.
Dua dari ketiga kapal itu terbakar dan menewaskan seorang anak buah kapal.
"Kapal-kapal yang menjadi sasaran adalah Safesea Vishnu dan Zefyros yang berbendera Kepulauan Marshall. Pejabat pelabuhan di Irak kepada Reuters mengatakan kalau kedua kapal itu memuat kargo bahan bakar di Irak," kata Al Jazeera, Kamis (12/3/2026).
Seorang pejabat pemerintah Irak mengatakan, saat ini tim penyelamat masih terus mencari pelaut lain yang hilang.
Seorang sumber keamanan pelabuhan Irak mengatakan Zefyros berbendera Malta..
Koresponden Al Jazeera di Baghdad, Mahmoud Abdelwahed, mengatakan kapal tanker tersebut memuat minyak mentah dari pelabuhan Umm Qasr di Irak selatan di provinsi Basra, dan diserang segera setelah pelayaran mereka dimulai.
“Para pejabat Irak mengatakan ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Irak mengingat tindakan sabotase ini, menurut mereka, telah terjadi di perairan teritorial Irak,” kata Abdelwahed.
Reuters melaporkan bahwa laporan tentang penggunaan kapal permukaan tak berawak bermuatan bahan peledak, yang telah digunakan Ukraina dengan sangat efektif dalam perangnya dengan Rusia, muncul ketika Iran memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dan menghalau kapal yang mencoba melewatinya, karena Iran menutup selat itu sejak tanggal 28 Februari 2026, di hari pertama koalisi AS-Israel menggempur Iran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting yang memasok 20% kebutuhan minyak global.
Sejak menutup selat itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) tidak mengizinkan kapal-kapal AS, Israel dan sekutunya melewati selat tersebut..
Reuters, mengutip dua sumber anonim, juga melaporkan pada hari Rabu bahwa Iran telah memasang sekitar selusin ranjau di selat tersebut, sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan AS telah menyerang 28 kapal penebar ranjau Iran, di tengah peringatan Trump tentang konsekuensi berat jika Iran memasang ranjau di selat itu.
Sebelummya, kapal kargo curah kering Mayuree Naree berbendera Thailand telah lebih dulu dihantam "dua proyektil yang tidak diketahui asalnya" saat berlayar melalui Selat Hormuz pada Rabu, menyebabkan kebakaran dan merusak ruang mesin, kata operator kapal yang terdaftar di Thailand, Precious Shipping, dalam sebuah pernyataan.
"Tiga awak kapal dilaporkan hilang dan diyakini terjebak di ruang mesin," kata Precious Shipping.
Perusahaan tersebut bekerja sama dengan pihak berwenang terkait untuk menyelamatkan tiga awak kapal yang hilang,” katanya, menambahkan bahwa 20 awak kapal lainnya telah dievakuasi dengan selamat dan berada di Oman.
IRGC menyatakan dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, bahwa kapal tersebut "ditembak oleh pejuang Iran".
Kapal kontainer berbendera Jepang ONE Majesty juga mengalami kerusakan ringan pada hari Rabu akibat proyektil tak dikenal sekitar 25 mil laut (sekitar 46 kilometer) barat laut Ras al-Khaimah di Uni Emirat Arab, menurut dua perusahaan keamanan maritim. Pemiliknya dari Jepang, Mitsui OSK Lines, dan juru bicara Ocean Network Express, penyewa kapal tersebut, mengatakan bahwa kapal tersebut terkena saat berlabuh di Teluk, dan pemeriksaan lambung kapal menunjukkan kerusakan ringan di atas garis air.
Semua awak kapal selamat, kata mereka, dan kapal tersebut tetap dapat beroperasi penuh karena masih layak berlayar. Pemilik kapal mengatakan penyebab insiden tersebut masih belum jelas dan sedang dalam penyelidikan.
Sebuah kapal ketiga, yaitu kapal pengangkut barang curah, juga terkena proyektil tak dikenal sekitar 50 mil laut (sekitar 93 km) di barat laut Dubai, menurut perusahaan keamanan maritim
Proyektil tersebut telah merusak lambung kapal Star Gwyneth yang berbendera Kepulauan Marshall, kata perusahaan manajemen risiko maritim Vanguard, menambahkan bahwa awak kapal selamat.
Pemilik kapal, Star Bulk Carriers, mengatakan kapal tersebut terkena di area palka saat sedang berlabuh. Tidak ada awak kapal yang terluka dan tidak ada kemiringan kapal itu. (man)







