Jakarta, Harian Umum - Rencana Partai Gerindra menarik PKS dan PAN ke dalam koalisi baru yang akan mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai bakal calon gubernur menimbulkan kekhawatiran. Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Muradi mengatakan bukan tidak mungkin kondisi Pilkada DKI Jakarta 2017 terulang di Pilkada Jabar 2018.
Muradi menjelaskan, jika Gerindra, PAN, dan PKS jadi bergabung di Pilkada Jawa Barat 2018, koalisi tersebut kemungkinan besar akan menggunakan pola yang sama seperti di Pilkada DKI Jakarta.
"Ada indikasi ke arah sana," kata Muradi di Bandung, Selasa (12/12/2017).
Sementara itu Ketua DPP PDI-P, Hendrawan Supratikno mengatakan, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto membangun komunikasi politik dengan seluruh pihak dan tidak membatasi pada siapa pun, termasuk Partai Gerindra sebagai partai oposisi, meski keduanya berada pada sisi yang berbeda pada koalisi nasional.
Saat ini PDI-P belum menetapkan dukungan pada Pilkada Jabar.
"Komunikasi harus dibangun. Apa salahnya membangun komunikasi dengan siapa pun," ujar Hendrawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/12/2017).
Partai Gerindra pada akhir pekan lalu telah mengumumkan dukungannya untuk Mayor Jenderal (purn) TNI Sudrajat. Menurut Hendrawan, hal itu merupakan keputusan yang tak terduga dari Gerindra. Akan tetapi, menurut Hendrawan, tidak menutup kemungkinan akan hadir kejutan-kejutan lain pada Pilgub Jabar.(tqn)







