Jakarta, Harian Umum- Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta, M Rico Sinaga, mengatakan, pihaknya konsisten mendukung kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberantas peredaran Narkoba.
Pernyataan ini disampaikan menyusul adanya imbauan Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko melalui video yang dipublikasikan melalui YouTube, Selasa (26/6/2018), dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba internasional yang jatuh pada hari ini.
Dalam video tersebut, Heru antara lain mengatakan begini: " ....dengan momentum Hari Anti Narkotika Internasional yang kita peringati hari ini, saya berharap seluruh bangsa menyatukan kekuatan untuk bersama-sama bergerak dan bersatu melawan Narkoba demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa Narkoba".
Rico mengatakan, sebagai organisasi plat merah dengan tugas dan fungsi sebagai intelijen, Narkoba merupakan salah satu permasalahan yang menjadi concern FKDM. Apalagi karena pengurus dan anggota organisasi yang dibentuk berdasarkan Permendagri Nomor 12 Tahun 2006 dan dibawah binaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) ini terdiri dari para tokoh masyarakat di lima kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
"Jadi, tentunya para tokoh ini sangat anti Narkoba karena paham benar bagaimana dampaknya bagi generasi penerus bangsa ini," tegas Rico kepada harianumum.com melalui telepon, Selasa (26/6/2018).
Ketika ditanya bagaimana teknis anggota FKDM ikut memerangi Narkoba, sementara jika dikaji dari statemen-statemennya yang terdahulu ada kesan bahwa FKDM juga melakukan deteksi dini dan cegah dini terhadap banyak persoalan, seperti pengamanan saat libur Lebaran, membantu menyukseskan penyelenggaraan Festival Olahraga yang digagas Gubernur Anies Baswesan, dan lain lain? Rico mengatakan bahwa hal itu bukan hal yang sulit.
Kata dia, saat anggota FKDM berada di lapangan, mereka menyerap semua informasi yang muncul dan berkembang di masyarakat, termasuk masalah Narkoba.
"Kalau ada informasi bahwa ada pengedar dan bandar di wilayah A atau akan ada transaksi di jalan anu, maka informasi ini akan dikros cek dan kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait, dalam hal ini kepolisian. Secara berkala hasil kerja FKDM dilaporkan ke Badan Kesbangpol," katanya.
Meski demikian aktivis senior Jakarta ini mengakui kalau memberantas Narkoba sama sulitnya dengan memberantas prostitusi dan perjudian. Apalagi karena bukan rahasia bahwa peredaran Narkoba di Indonesia melibatan jaringan internasional.
"Pemberantasan Narkoba yang efektif sebenarnya dari rumah. Kalau setiap keluarga di Indonesia, terutama kaum muda mudinya, berkomitmen menjauhi Narkoba dan ikut memeranginya, maka barang haram itu tak laku lagi, sehingga lambat laun akan hilang dari peredaran," katanya. (rhm)
????



