Jakarta, Harian Umum - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan penataan empat stasiun terpadu di wilayahnya menelan dana sekitar Rp 25 miliar. Empat stasiun itu adalah Stasiun Tanah Abang, Stasiun Sudirman, Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Juanda.
“Kalau kemarin untuk empat stasiun ini sekitar Rp 25 miliar,” kata Anies di Stasiun Sudirman, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (17/6).
Anies mengatakan, badan usaha yang menata empat stasiun itu adalah PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ). Komposisi kepemilikan sahamnya, 51 persen dikuasai Pemprov DKI Jakarta melalui BUMD PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, dan 49 persen dikuasai Kementerian BUMN melalui PT Kereta Api Indonesia.
Pada tahap kedua, kata dia, MITJ kembali akan menata lima stasiun dengan dana Rp 40 miliar. Stasiun yang akan ditata adalah Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Gondangdia, Stasiun Palmerah dan Stasiun Jakarta-Kota.
Dalam kesempatan itu, Anies menyebut sebetulnya proyek penataan empat stasin ini molor selama dua bulan. Sejak perjanjian kerja sama (PKS) diteken pada 10 Januari 2020 lalu, DKI dan Kementerian BUMN menyepakati penataan akan rampung pada bulan Maret 2020, tapi faktanya rampung pada Mei 2020.
“Lalu terjadilah pandemi Covid-19 (awal Maret) dan proyek ini kemudian harus mengalami penundaan, sehingga selesai pertengahan Mei. Tapi kami tidak akan meresmikan sampai PSBB masa transisi dimulai,” ujarnya.
“Sesungguhnya bisa diresmikan bulan Mei, tapi dalam masa PSBB, kami tunda sampai bulan Juni. Proses kemarin secara total lima bulan lebih, tetapi dengan pengalaman itu, insyaAllah ke depan kami bisa mengerjakan lima stasiun mudah-mudahan bisa selesai dalam tiga bulan. InsyaAllah,” tambah Anies.
Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Kementerian Perhubungan meresmikan empat stasiun terpadu sekaligus pada Rabu (17/6/2020) siang. Adapun empat stasiun yang diresmikan itu adalah Stasiun Juanda, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman.
Adapun sejumlah fasilitas yang dihadirkan usai penataan meliputi titik penurunan dan penjemputan penumpang bagi ojek online. Terdapat juga area bagi ojek pangkalan, tempat pemberhentian sementara bagi bajaj, plaza pedestrian untuk pejalan kaki, halte bus TransJakarta, dan perlengkapan transit antarmoda transportasi. (hnk)







