Jakarta, Harian Umum - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, hilirisasi merupakan jalan bagi bangsa Indonesia untuk menuju kebangkitan.
Karenanya, ia akan terus menggenjot proyek-proyek hilirisasi di berbagai bidang.
Hilirisasi adalah proses mengolah bahan mentah atau komoditas mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Kebijakan ini bertujuan untuk tidak lagi mengekspor bahan mentah (raw material), melainkan produk turunan yang harganya lebih mahal.
"Hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia yang kita lakukan di banyak bidang," kata Prabowo saat ground breaking 13 proyek hilirisasi tahap 2 di Cilacap, Jawa Tengah, dikutip dari YouTube Setpres, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, ground breaking tahap kedua ini mencakup 13 proyek strategis hilirisasi senilai kurang lebih Rp 116 triliun, terdiri dari 5 proyek di sektor energ,i 5 proyek di sektor mineral, dan 3 proyek di sektor pertanian. Sementara hilirisasi tahap pertama juga meliputi 13 proyek di 13 lokasi.
"Tahun ini juga kita akan tambah 6 proyek dan terus menerus akan kita tambah, mungkin pada tahap 4, 5, 6. Insya Allah tahun ini juga," imbuhnya.
Ia menjelaskan, mengapa proyek hilirisasi digenjot, karena ia tidak mau Indonesia
hanya sekedar menjual bahan baku, tak mau hanya menjual buah kelapa.
"Kita mau olah turunan turunannya di Indonesia, sehingga nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia," tegasnya.
Prabowo mengakui kalau sudah terlalu lama petani, nelayan dan buruh di Indonesia tidak menikmati kesejahteraan yang layak, sudah terlalu lama sumber daya alam Indonesia dikuasai oleh pedagang-pedagang yang ia pertanyakan nasionalismenya.
"Mereka kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih kredit dari bank pemerintah, dari bank rakyat, tapi begitu mereka berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia. Saya kira bangsa Indonesia tak mau hal ini diteruskan. S,aya juga tidak mau meneruskan. Saya menginginkan sumber daya alam Indonesia di tangan bangsa Indonesia dan dinikmati bangsa Indonesia," katanya. (rhm)


