Jakarta, Harian Umum - Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta minta Badan Pengelola Asset Daerah (BPAD) membahas kembali gagasan penyediaan lahan untuk pembangunan Puskesmas di Kebon Torong, Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria menjelaskan, peninjauan ulangi berkenaan kelaikan status lahan sampai dinamika yang terjadi pada masyarakat sekitar perlu dilaksanakan. Masalahnya ada info yang mengatakan ada beberapa masyarakat di RW 01 Kelurahan Glodok menolak gagasan pembangunan itu.
"Karenanya kita meminta BPAD untuk menuntaskan dan menegaskan status tanahnya," tutur Iman di pertemuan kerja di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/3).
Meskipun begitu, Dia sampaikan berkenaan alternative lain untuk pembangunan Puskesmas. Di mana Novotel yang berdiri di kawasan tersebut mempunyai kewajiban untuk memberi kontributor dalam bentuk penyerahan sarana sosial dan sarana umum (Fasos dan Fasum). Walau harus divalidasi selanjutnya.
“Kalau bisa ditelusuri juga apa betul pihak Novotel niat mau bangun (Puskesmas) apa tidak atau sebenarnya dia minta dibangunkan (Puskesmas). Kan beda nih,” ungkapnya.
Anggota Komisi E DPRD DKI Ima Mahdiah di kesempatan itu sampaikan, jika kehadiran Puskesmas di Kelurahan Glodok benar-benar mendesak. Keperluan itu juga sebenarnya sudah jadi program fokus semenjak tahun 2019.
"Konsepnya kami menampung di wilayah yang tidak ada Puskesmas ini dibuat Puskesmas. Ingin tempat dimana saja kebutuhan masyarakat terakomodir," jelasnya.
Dalam pada itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menerangkan, di Kecamatan Taman Sari, ada tiga Kelurahan yang tidak punyai Puskesmas. Masing-masing yaitu Kelurahan Glodok, Kelurahan Tangki dan Kelurahan Pinangsia.
Hasil dari pengamatan, karena tidak diperlengkapi Puskesmas Kelurahan, masyarakat Glodok umumnya berobat ke Puskesmas Kecamatan Taman Sari dan Puskesmas Tambora. Untuk mencapai dua Puskesmas itu, masyarakat harus merogoh kantong transportasi sampai Rp30 ribu 1x jalan untuk sampai pada dua Puskesmas itu.
“Jumlah penduduk Kecamatan Taman Sari ada lebih dari 129 ribu dan luasnya 4.36 kilometer. Tiga kelurahan itu berdekatan antara Kelurahan Pinangsia, Glodok dan Kelurahan Tangki itu ketiganya memang tidak ada Puskesmas kelurahannya. Jadi, pemilihan didirikan Puskesmas di Kelurahan Glodok mungkin itu salah satu pertimbangan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat disitu,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kasuban Asset Jakarta Barat Fitri Emawati Sutari menambah, status tanah yang berada ada di belakang Novotel belum jadi asset pemerintahan dan belum terdaftar di BPAD. Karena itu perlu pertimbangan dalam untuk memproyeksikan pembangunan Puskesmas dari kontributor pengembang,
“Untuk tanah yang dibelakang Novotel Itu statusnya calon aset. Belum diserahterimakan yang merupakan kewajiban Fasos Fasum. Belum merupakan barang daerah yang tercatat. Jadi yang di Novotel itu asetnya baru tercatat di Wali Kota belum sampai di BPAD,” ungkapnya.







