Jakarta, Harian Umum - Ribuan pengemudi ojek online (Ojol) dan kurir online yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional, Kamis (29/8/2024). menggelar unjuk rasa di kawasan patung kuda, Jakarta Pusat.
"Agenda utama kami menuntut agar pasal 5 ayat (1) Peraturan Kementerian Kominfo (Komunikasi dan Informatika) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Formula Tarif Layanan Pos Komersial, direvisi," kata Kepala Divisi Hukum Koalisi Ojol Nasional (KON), Cang Rahman, seperti dilansir kumparan, Rabu (28/8/2024).
Menurut dia, tarif untuk transportasi online diserahkan pemerintah kepada mekanisme pasar, karena tidak diatur dalam Peraturan Kementerian Kominfo itu, sehingga dampaknya sangat dirasakan oleh para pengemudi Ojol.
"Sebab, aplikator seenaknya menetapkan harga, bahkan kalau bisa semurah mungkin, untuk menarik konsumen," imbuhnya.
Para pengemudi Ojol dan kurir online itu datang ke Patung Kuda dengan berkonvoi melalui Jelan Medan Merdeka Selatan arah Patung Kuda.
Banyaknya jumlah mereka membuat jalan di depan Balaikota DKI dan Lemhanas itu tidak dapat dilalui.kendaraan. Bahkan ketika mereka akan menyeberangi jalan itu dan memutari kolam air mancur untuk menuju area Patung Kuda yang berada di Jalan Medan Merdeka Barat, kendaraan yang datang dari arah Jalan Budi Kemuliaan yang akan menuju Jalan MH Thamrin dengan memutari kolam air mancur, oleh polisi dialihkan melalui Jalan Medan Merdeka Selatan arah Gambir. Setelah semua demonstran itu berkumpul di Patung Kuda, di ruang Jalan Medan Merdeka Barat arah Harmoni yang telah ditutup dengan beton bariier, arus lalu lintas baru normal kembali.
Ada yang menarik dalam aksi ini, karena ada dua orang Bule yang ikut serta. Keduanya sempat didaulat naik ke mobil komando, dan diminta berorasi. Tetapi mereka hanya berteriak-teriak dengan kalimat pendek.
"Ojol Sukses ...!" katanya.
Hal menarik yang lain adalah, para demonstran itu tidak mentolerir adanya pengemudi Ojol yang tetap beroperasi, sehingga ketika seorang pengemudi Ojol terlihat melaju memasuki Jalan Budi Kemuliaan dari Jalan MH Thamrin, dia dihentikan dan diminta stop beroperasi.
'Jangan jadi pengkhianat lu!" umpat salah seorang demonstran yang ikut menghentikan pengemudi Ojol itu.
Dia terlihat hendak dipukuli, tetapi yang lain mencegah, dan pengemudi itu diminta memarkirkan motornya untuk ikut aksi.
Pengemudi Ojol itu terlihat membuka jaket Ojolnya yang berwarna hijau, akan tetapi ketika pendemo yang menghentikannya menuju Patung Kuda, dia memakai pagi jaketnya, dan pergi.
Demonstrasi itu diisi orasi dari sejumlah pengemudi Ojol. Isinya rata-rata mengeritik kebijakan pemerintah yang tidak membuat mereka sejahtera.
"Sekarang ini cari kerja susah, sehingga jadi pengemudi Ojol sebenarnya harapan, tapi regulasi pemerintah malah hanya menguntungkan aplikator, dan membuat kami ibarat sudah jatuh ditimpa tangga," keluh seorang demonstran.
Mereka yang berdemo berasal dari berbagai aplikator yang beroperasi di Indonesia, seperti Grab, Gojek, Maxim, Lalamove, dan Shopee. (rhm)







