Jakarta, Harian Umum - Militer AS dikabarkan mencegat setidaknya tiga kapal tanker berbendera Iran di perairan Asia dan mengalihkan jalur mereka dari posisi mereka di dekat India, Malaysia, dan Sri Lanka.
"Info ini berasal dari sumber-sumber perkapalan dan keamanan pada Rabu," kata Reuters dikutip Kamis (23/4/2026).
Seperti diketahui, sejak perundingan yang gagal di Islamabad, Pakistan, pada 11 April 2026, AS memblokade arus maritim Iran, dan menembak serta menyita kapal Touska, kapal kargo Iran, yang sedang berlayar di Laut Oman dalam rangka kembali ke Iran dari China.
Penembakan dan penyitaan kapal tanker itu membuat Iran marah, dan menjadikannya sebagai salah satu alasan untuk tidak lagi berunding dengan AS , meski Presiden AS Donald Trump sudah mengirim tim ke Islamabad untuk mengikuti perundingan kedua di Islamabad yang dijadwalkan pada Selasa (21/4/2026).
Di sisi lain, Iran menembaki kapal-kapal yang nekat melayari Selat Hormuz, dan menyitanya, karena selat itu kembali ditutup Iran setelah AS tetap memblokade arus maritimnya meski selat itu dibuka Iran pasca kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel selama 10 hari.
Reuters menyebutkan, sejauh ini Iran telah menyita dua kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz setelah lebih dulu ditembaki.
Pencegatan tiga kapal tanker Iran di Asia oleh AS dipastikan akan makin meningkatkan eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang dipicu serangan AS dan Israel pada 28 Februari, dengan tujuan menggulingkan pemerintahan Revolusi Iran yang saat ini berkuasa. (man)


