Jakarta, Harian Umum-Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melaporkan ramainya polemik pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia menginstruksikan agar para abdi negara itu harus berjiwa ksatria.
"Saya perintahkan kepada semua ASN di Pemprov DKI Jakarta untuk bersikap sebagai penyelenggara negara yang ksatria, yang tangguh, yang tabah, yang tak lunglai menghadapi cobaan. Kita berada di garis terdepan. Kita harus beri contoh sikap tangguh," ujar Anies di Jakarta, Jum'at (29/5).
Diakuinya, anggaran belanja pegawai berkurang sebesar Rp4,3 triliun karena terdampak Covid-19. Sehingga TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) ASN Pemprov DKI Jakarta besarannya 25% direlokasi untuk mengamankan anggaran bansos, dan 25% berikutnya ditunda pemberiannya karena dialihkan untuk darurat penanganan COVID-19.
"Gaji ASN tidak berubah, tetap sama. Dalam pembahasan saat itu, sempat ada usulan agar bansos seperti KJP lalu bantuan-bantuan lain itu dipangkas 50%. Tujuannya agar TKD bagi semua ASN bisa dipertahankan. Nilai pemotongan bansos itu kira-kira Rp2 triliun, sama dengan 25% anggaran TKD," katanya.
Namun, tegasnya, warga yang prasejahtera sebanyak 1,2 juta orang harus tetap menerima bantuan sosial karena mereka saat ini mengalami kesulitan ekonomi. Sehingga, dia pun memilih untuk merelokasi anggaran TKD yang diterima oleh 63 ribu ASN atau ketimbang mengorbankan 1,2 juta rakyat prasejahtera di Jakarta.
"Kita pilih untuk memberikan Rp2 triliun itu bagi rakyat prasejahtera di Jakarta. Dan tahun ini tidak ada lagi pembangunan baru, tidak ada lagi belanja modal kecuali terkait penanggulangan banjir, dan tidak ada belanja yang tidak prioritas. Pemangkasan dilakukan di semua sektor. Semua difokuskan pada penanganan COVID-19, dampak turunannya, dan saya garisbawahi ini: semua usaha untuk mengembalikan kesejahteraan rakyat Jakarta," jelasnya.
Sebagai penyelenggara negara, tegasnya, setiap ASN bertugas untuk melindungi rakyat. Keselamatan rakyat adalah prioritas nomor satu. Dalam kondisi apapun, sikap ASN harus jelas, yakni menomorsatukan rakyat daripada diri sendiri, apalagi dalam kondisi penuh cobaan seperti sekarang ini.
"Ingat ini semua! Jangan lemah, lembek, mudah diselesaikan membicarakan suka ini! Kita memang cocok, tapi lihatlah rakyat Jakarta! Lihat rakyat Indonesia! Lihat rakyat di berbagai belahan dunia !," tegasnya. (dju)







