Jakarta, Harian Umum - Ketua Gerakan Oposisi untuk Anies-Sandi (GONTAS) Sugiyanto meminta empat wakil ketua DPRD DKI Jakarta agar mendesak ketuanya untuk menyelenggarakan sidang paripurna istimewa bagi Anies-Sandi pada Selasa (7/11/2017).
Pasalnya, pada hari itu DPRD menggelar sidang paripurna pergantian antarwaktu (PAW) untuk mengganti anggota Fraksi Hanura Fahmi Zulfikar Hasibuan yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan UPS oleh Bareskrim Polri.
Keempat wakil ketua DPRD tersebut adalah M Taufik, Abraham "Lulung" Lunggana, Ferial Sofyan dan Triwisaksana.
"Ini momen bagus, karena paripurna PAW itu dapat juga diisi dengan sidang paripurna untuk Anies-Sandi dengan agenda mendengarkan visi misi gubernur dan wagub baru Jakarta itu," kata Sugiyanto kepada harianumum.com via telepon, Sabtu (4/11/2017).
Pegiat LSM yang akrab disapa SGY itu menegaskan, jika sidang paripurna dapat diselenggarakan pada Selasa, maka polemik penyelenggaraan sidang ini yang mencuat sejak Anies-Sandi dilantik menjadi gubernur dan wagub DKI periode 2017-2022 pada 16 Oktober lalu, berakhir, karena polemik seperti ini tidak baik untuk pendidikan masyarakat dalam hal berpolitik maupun berdemokrasi.
"Dan yang terpenting, ketegangan yang terjadi di intenal DPRD, juga dapat diakhiri," pungkasnya.
Seperti diketahui, sesuai Surat Edaran Ditjen OTDA Kemendagri No 162/3484/OTDA yang diterbitkan Mei 2017, sidang paripurna istimewa dengan agenda mendengarkan visi misi kepala daerah terpilih melalui Pilkada, diselenggarakan paling lambat 14 hari sejak setelah kepala daerah dan wakilnya dilantik.
Namun hingga 30 Oktober, DPRD DKI tak juga menggelar sidang itu, karena ketuanya, Prasetio Edi Marsudi, tak mau sidang itu diselenggarakan. Bahkan meski Prasetio kemudian dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) oleh anggota Fraksi Gerindra Prabowo Soenirman, Prasetio yang merupakan politisi PDIP, tetap keukeuh pada pendiriannya.
Konon, Prasetio bersikap begitu karena kecewa pasangan yang diusung koalisi partainya saat Pilkada DKI 2017, yakni Ahok-Djarot, dikalahkan Anies-Sandi yang diusung Gerindra dan PKS.
Informasi terakhir yang diperoleh harianumum.com menyebutkan, penyelenggaraan sidang paripurna PAW Fahmi telah dibahas oleh Badan Musyawarah (Bamus) DPRD, dan ditetapkan diselenggarakan pada Selasa (7/11/2017).
Seiring dengan hal itu, Fraksi Hanura telah mengusulkan kepada ketua DPRD agar sidang PAW Fahmi diisi dengan pemaparan visi misi Anies-Sandi. Sayang, usulan salah satu fraksi anggota koalisi PDIP saat Pilkada DKI 2017 itu ternyata juga diabaikan Prasetio karena dalam undangan yang diisebar sekretaris Dewan untuk menghadiri acara tersebut, yang tertera hanya sidang PAW Fahmi.
SGY menegaskan, jika seluruh wakil ketua DPRD mendesak Prasetio untuk mengisi PAW Fahmi, kemungkinan dapat membuat hati Prasetio luluh.
"Kalau nggak juga, ya kita serahkan ke mekanisme di BK. Kan Pak Pras telah dilaporkan ke sana," pungkas dia. (rhm)





