Jakarta, Harian Umum - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro optimistis angka kemiskinan akan menurun di bawah 10 persen pada 2018. Sebab, data statistik menunjukkan angka kemiskinan terus menurun sepanjang pemerintahan Joko Widodo.
Pada 2016 lalu, Badan Pusat Statistik mencatat angka kemiskinan mencapai 10,64 persen. Sementara pada 2017 turun menjadi 10,12 persen.
"10,2 persen itu angka kemiskinan terendah sepanjang sejarah. Tahun ini kami harap di bawah 10 persen," kata Bambang seusai menghadiri rapat kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/1/2018).
Bambang mengatakan walau pada tahun 2017 angka kemiskinan bisa diturunkan. Tetapi tingkat kedalaman dan keparahannya juga tidak bagus. Karena itu, yang harus dilakukan, bagaimana program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat benar-benar tepat sasaran. Ke depan, cara-cara bantuan pemerintah tidak tepat sasaran, tidak boleh terjadi lagi.
"Untuk mengangkat mereka ke atas, di situ kita harus memperbaiki kedalaman dan keparahan itu. Caranya adalah bantuan sosialnya harus benar-benar tepat sasaran. Kan kemarin salah satu yang membuat angka kemiskinan turun kan rastra, tapi rastra di lapangan masih ada yang tidak tepat sasaran, tidak tepat jumlah, tidak tepat waktu. Kalau tahun ini makin diperbaiki, maka upaya menurunkan 10 persen menjadi lebih mungkin," tandas dia.
Saat membuka rapat kabinet paripurna, siang tadi yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian serta para pejabat negara lainnya. Presiden meminta para jajarannya untuk tetap fokus bekerja di tahun 2018. Jokowi meminta kabinetnya tidak terpengaruh dengan kondisi politik menjelang pilkada 2018 dan pilpres 2019.
"Untuk tahun ini walaupun tahun 2018 adalah tahun politik, sekali lagi saya ingin ulangi, saya minta tetap fokus bekerja terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengatasi ketimpangan, menurunkan angka kemiskinan," kata Jokowi.(tqn)







