Jakarta, Harian Umum- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, jika seseorang percaya kepadanya, maka jangan tanggung. Harus total percaya.
Ini dikatakan Anies terkait penerbitan Pergub Nomor 58 Tahun 2018 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Koordinasi dan Pengelolaan (BKP) Reklamasi Pantai Utara Jakarta yang membuatnya dituding ingin melanjutkan reklamasi di Teluk Jakarta.
"Saat pertemuan dengan beberapa aktivis senior Jakarta, termasuk saya, di sela-sela acara open house di rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2018), Gubernur Anies mengatakan kalau dia tetap konsisten untuk tidak melanjutkan proyek relamasi di Teluk Jakarta," kata Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakara Baru (Katar), Sugiyanto, kepada harianumum.com melalui siaran tertulis, Minggu (24/6/2018).
Dalam kesempatan itu, sekali lagi Anies juga menjelaskan bahwa dari 17 pulau yang rencananya akan dibangun di Teluk Jakarta dengan proyek reklamasi, baru empat pulau yang sudah selesai dibangun, dan empat pulau inilah yang akan dikelola Pemprov DKI dengan menerbitkan Pergub Nomor 58 sebagai payung hukumnya.
Pergub itu, kata Sugiyanto mengutip penjelasan Anies, diterbitkan sesuai amanat Keppres Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta, dan Perda Nomor 8 Tahun 1995.
Keppres Nomor 52 menyatakan, kewenangan reklamasi ada pada gubernur.
Anies pun meminta kepada aktivis yang mengkritisi Pergub itu dan menuding bahwa dirinya akan melanjutkan proyek reklamasi, untuk tidak tanggung-tanggung bila ingin percaya kepadanya.
"Gubernur bilang; kalau percaya kepadanya jangan tangung-tanggung, harus total percaya. Reklamasi tidak dilanjutkan, kecuali empat pulau yang sudah terbangun, dan itu perlu payung hukum untuk pengelolaannya. Maka, diterbitkanlah Pergub 58," imbuh Sugiyanto.
Pria berkacamata yang akrab disapa SGY ini juga mengatakan, saat pertemuan dengan aktivis tersebut, Anies menjelaskan bahwa badan pengelola reklamasi pernah ada, tetapi dibubarkan. Sekarang badan itu dibetuk lagi di bawah kendali dirinya untuk menyelesaikan semua permasalahan yang muncul akibat proyek reklamasi.
"Dari perbincangan kami yang cukup panjang tentang proyek itu, akhirnya saya berkesimpulan kalau Gubernur Anies orang yang sangat cerdas. Rupanya ketika polemik itu muncul, dia membiarkannya saja, dan dari situ diketahui siapa saja yang mendukung reklamasi dilanjutkan, dan siapa yang ingin reklamasi dihentikan. Saya pun sempat terjebak dengan ikut mengkritik keras penerbitan Pergub itu, dan bahkan sempat meminta agar Anies merevisi Pergub tersebut," kata SGY.
Meski demikian ia mengakui kalau Gubernur Anies tidak marah kepadanya, dan malah tersenyum meski Anies tahu bagaimana statemen dirinya di media terkait penerbitan Pergub itu.
"Yang juga membuat saya salut, Anies sama sekali tidak khawatir atas adanya anggapan bahwa dirinya akan melanjutkan proyek reklamasi, karena anggapan itu memang keliru. Anies bahkan mengatakan, mereka yang menuding itu sedang berimajinasi bahwa proyek reklamasi dilanjutkan, dan kemudian mengkritik imajinasinya sendiri. Anies menegaskan, pada saatnya nanti, pada momen yang tepat, ia akan menjelaskan secara lengkap mengapa Pergub itu ia terbitkan," imbuh SGY.
Mantan Presidium Relawan Anies-Sandi ( PRASS) ini percaya, dari apa yang disampaikan Anies kepada dirinya dan aktivis lain saat pertemuan, Anies masih on the track dengan kebijakannya yang pro rakyat kecil san rakyat yang termarjinalkan.
Sebab, dengan mengelola keempat pulau reklamai yang telah terbangun dan menata kembali lingkungan di sekitarnya yang rusak akibat proyek tersebut, kehidupan nelayan di Teluk Jakarta lambat laun akan kembali normal.
"Dan untuk kebijakannya ini, Anies mengatakan ia siap menanggung risiko apa pun. Termasuk berhadapan atau berbenturan dengan siapa pun yang tidak suka pada kebijakannya," tutup SGY.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (23/6/2018) Anies menggelar open house di rumah dinasnya agar dapat berhalal bihalal dengan warga Jakarta dan para pendukungnya, termasuk para relawan saat Pilkada DKI Jakarta 2017.
Di sela-sela acara itu, Anies sempat melakukan pertemuan dengan sejumlah aktivis yang hadir dan pernah tergabung di PRASS saat Pilkada DKI.
Selain SGY, aktivis yang hadir tersebut adalah Budi Siswanto, Rico Sinaga, Syahrul Hasan, Syaiful Jihad dan Adji Rimbawan. (rhm)






