Jakarta, Harian Umum - Relawan Anies Baswedan akan berupaya agar PKS tidak batal mengusung Anies di Pilkada Jakarta 2024.
Hal itu disampaikan menyusul pernyataan Juru Bicara PKS M Kholid bahwa Anies sudah melewati batas 40 hari yang diberikan untuk mendapatkan mitra koalisi agar ia dan Sohibul Iman bisa berlayar di Pilkada DKI Jakarta 2024.
"'Relawan hanya bisa memberi penguatan dengan cara mendatangi DPP dan DPW PKS dan memberi semangat agar tidak goyah memperjuangkan aspirasi warga Jakarta untuk mempunyai pilihan pemimpin yang berkualitas," kata Jubir Relawan Anies, Iwan Tarigan, melalui pesan WhatsApp, Kamis (8/7/2024).
Ketika ditanya soal upaya relawan agar PDIP mengusung Anies di Pilkada Jakarta 2024, karena relawan pernah mendatangi kantor DPP PDIP, Iwan menjawab singkat:
"Lagi berlangsung," katanya
Seperti diberitakan sebelumnya, pernyataan Kholid bahwa Anies telah melewati tenggat waktu 40 hari yang diberikan untuk mendapatkan mitra koalisi, seakan menjadi isyarat bahwa seperti halnya PKB dan Nasdem, PKS pun akan batal mengusung Anies.
Sebab, dengan tidak adanya partai yang berkoalisi dengan PKS, maka praktis partai yang dipresideni Ahmad Syaikhu itu tak dapat mengusung Anies di Pilkada Jakarta 2024 karena pada Pileg 2024 lalu, PKS hanya mendapat 18 kursi di DPRD DKI Jakarta, sehingga meski perolehan kursi itu merupakan yang terbanyak dari partai lain, tetapi karena.syarat mengusung calon sendiri di Pilkada Jakarta harus memiliki minimal 22 kursi, maka PKS masih butuh tambahan 4 kursi.
Menurut informasi yang dihimpun, mundurnya PKB dan Nasdem dari rencana mendukung Anies di Pilkada Jakarta 2024, akibat kebijakan PKS yang memasangkan Anies dengan Sohibul Iman, kadernya, dan tidak dapat dinegosiasikan, baik oleh PKB maupun Nasdem. Padahal, PKB dan Nasdem sempat mendeklarasikan Anies sebagai calon gubernur yang akan diusungnya.
Kholid mengakui, karena Anies telah melewati batas waktu, PKS pun kini membuka komunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta 2024.
"Karena batas waktu 4 Agustus tersebut sudah terlewati, maka PKS mulai membuka komunikasi dengan semua pihak agar ada kepastian bahwa kami bisa ikut berkontestasi di Pilkada," kata Kholid. (rhm)







