Jakarta, Harian Umum - Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto dibantai Capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dalam debat capres ketiga, Minggu (7/1/2024) malam.
Serangan bertubi-tubi itu terjadi sejak sesi dua hingga sesi 6 yang membahas tentang pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik.
Awalnya, Prabowo dan Anies saling serang, dan Ganjar tanpa disangka ikut menyerang, terutama ketika membahas tentang pembelian alutsista bekas oleh Prabowo dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).
"Alutsista itu dibeli secara top down, bukan bottom up, sehingga yang dibeli belum tentu sesuai dengan yang dibutuhkan," kata Ganjar.
Sedang Anies mengatakan bahwa sangat memprihatinkan karena alutsista yang dibeli bekas, sehingga dapat membahayakan tentara yang menggunakannya.
Anies bahkan lebih dalam mempersoalkan tentang pembelian alutsista itu yang menurut dia melibatkan middleman (calo) dan orang dalam yang menurut dia harus dihilangkan.
"Meniadakan praktik middleman dalam penyelenggaraan alutsista seperti peraturan perundang-undangan mengharuskan itu G-to-G," katanya.
Prabowo meradang dan mengatakan bahwa apa yang dikatakan Anies salah dan datanya tidak benar, tetapi dia seperti keceplosan ketika menyebut bahwa PT TMI (Teknologi Militer Indonesia) tidak ada keterkaitan dengan dirinya. Padahal, Anies tidak menyebutkan nama perusahaan apapun, dan untuk diketahui, media pada tahun 2021 pernah memberitakan kalau ada surat yang beredar di publik yang intinya menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menunjuk PT TMI sebagai pihak yang bertanggung jawab pengadaan Alpahankam Kemenhan senilai US$ 124,99 miliar atau sekitar Rp 1.760 triliun.
Debat makin panas ketika Prabowo tak hanya menuding bahwa data Anies salah, tetapi juga menuding data Ganjar salah. Ganjar minta Prabowo membuktikan kalau datanya salah, bahkan menantang tim Prabowo untuk naik ke panggung debat untuk membuktikan datanya salah.
Ketika Anies juga mendesak agar Prabowo membuktikan datanya salah, Prabowo berkelit dengan mengatakan kalau tidak semua data bisa dibeberkan ke publik.
Di kamera, terlihat sekali Prabowo seperti tertekan dan bingung ketika dipojokkan Ganjar dan Anies. Emosinya pun terlihat tidak stabil, bahkan tak jarang meledak, termasuk ketika Anies menyinggung soal etika seorang pemimpin.
"Anda tak pantas bicara tentang etika," semprotnya lebih dari satu kalai.
Anies hanya tersenyum.
Menurut ekonom yang juga pengamat politik Ichsanuddin Noorsy, Prabowo sebenarnya sangat menguasai materi debat ketiga yang disiapkan KPU.
"Tapi dia memang emosional. Dia juga sombong," katanya
Noorsy mengakui, prediksi banyak orang bahwa Prabowo akan menguasai debat ini, ternyata keliru.
"Saya juga agak terkejut melihat Ganjar sedemikian keras terhadap Prabowo, tapi saya menduga ini terkait persoalan partainya, yaitu PDIP, dengan Jokowi. Jadi, Prabowo sepertinya dijadikan sasaran antara oleh Ganjar, karena dia sebenarnya ingin "nembak' Jokowi yang berada di belakang Prabowo," katanya.
Persoalan yang dimaksud Noorsy adalah rencana kepergian Jokowi keluar negeri pada 10 Januari 2024, tepat di hari jadi PDIP yang ke-51.
"Jadi, Jokowi dinilai tidak menghargai Megawati (Ketum PDIP). Apalagi karena Kaesang (putra bungsu Jokowi) saat ini di PSI," kata dia. (rhm)







