Teheran, Harian Umum - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan Selat Hormuz akan membawa dampak signifikan bagi perdagangan global
Hal itu ia sampaikan menyusul tindakan Amerika Serikat (AS) yang memblokade arus lalu lintas maritim Iran akibat kegagalan negosiasi dengan Iran di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4/22069.
Dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Prancis, Emmanuel Macron, Senin (13/4/2026) waktu Timur Tengah, Pezeshkian membahas tentang perkembangan regional terbaru, termasuk soal negosiasi dengan AS yang gagal di Islamabad, blokade maritim Iran oleh AS, dan prospek kesepakatan gencatan senjata ke depan.
"Pezeshkian kembali menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen pada hukum internasional dan terlibat dalam dialog secara ketat dalam kerangka hukum yang diakui. Ia menekankan bahwa diplomasi, yang berlandaskan martabat dan kedaulatan nasional, terus menjadi jalan yang lebih disukai Iran untuk menyelesaikan perselisihan dengan AS dan Israel," kata Tasnim News Agency, Selasa (14/4/2026).
Lebih lanjut kantor berita semi-resmi Iran itu mengatakan, kepada Macron, Pezeshkian juga menjelaskan bahwa Teheran telah dengan jelas menguraikan persyaratannya untuk gencatan senjata, dan tetap berkomitmen pada persyaratan tersebut.
Merujuk pada negosiasi Islamabad pada 11 April, Pezeshkian mengatakan delegasi Iran bertindak dengan serius dan itikad baik dalam mengejar kesepakatan yang langgeng. Namun, ia berpendapat bahwa meskipun telah mencapai beberapa kesepahaman teknis, tuntutan yang berlebihan dan kurangnya kemauan politik dari para pejabat senior AS, mencegah pembicaraan mencapai kesimpulan akhir.
Pezeshkian menggarisbawahi pentingnya kepatuhan terhadap norma-norma internasional yang telah ditetapkan, dan mencatat bahwa Eropa dapat memainkan peran konstruktif dalam mendorong Amerika Serikat untuk menghormati kerangka kerja tersebut.
Ia juga menegaskan kembali pendekatan strategis Iran untuk memperkuat perdamaian, stabilitas, dan kerja sama regional dengan negara-negara tetangga, sambil memperingatkan bahwa kebijakan yang dibangun berdasarkan tekanan atau ancaman militer hanya akan memperumit masalah lebih lanjut.
"Pezeshkian mengingatkan bahwa blokade arus lalu lintas maritim Iran oleh AS yang juga berarti memblokade Selat Hornuz, akan berdampak signifikan bagi perdagangan global, khususnya minyak," kata Tasnim lagi.
Pezeshkian mengklaim bahwa syarat-syarat gencatan senjata yang diajukan Iran telah diklarifikasi secara publik dan bahwa Teheran telah mematuhi komitmennya, sebuah poin yang menurutnya juga telah diakui oleh para pejabat Pakistan.
Mengenai isu nuklir, Pezeshkian mencatat bahwa Iran sebelumnya telah mencapai kesepakatan yang telah ditentukan dengan negara-negara Eropa dan tetap siap untuk melanjutkan pembicaraan dalam parameter yang telah ditetapkan tersebut.
Dalam percakapan itu, Macron menekankan perlunya memasukkan Lebanon dalam kerangka gencatan senjata awal dan menguraikan pandangan Prancis tentang masalah nuklir Iran serta kekhawatiran hukum seputar Selat Hormuz. (man)




