Jakarta, Harian Umum - Arkeolog dari Mesir dan Jerman telah menemukan patung raksasa yang diduga patung Firaun Ramses II yang berkuasa di Mesir lebih tiga ribu tahun lalu. Patung setinggi delapan meter ditemukan terbenam di di lumpur dekat reruntuhan kuil Ramses II di kota tua Heliopolis, di wilayah timur kota Kairo. Para arkeolog menemukan patung raksasa Ramses II dalam keadaan tidak utuh. Bagian tubuh terpisah di satu lokasi yang sama.
Temuan patung raksasa ini, menurut Kementerian Peninggalan Bersejarah (Antiquities Ministry) Mesir, sebagai salah satu yang terpenting. Para Arkeolog kolaborasi Jerman dan Mesir juga menemukan bagian atas patung Firaun Seti II, cucu Ramses II. Patung itu setinggi 80 sentimeter.
"Selasa lalu mereka memberitahu saya untuk mengumumkan temuan besar dari patung raja, kemungkinan besar Ramses II, terbuat dari batu kwarsa, "Kami menemukan bagian dada dan bagian bawah kepala patung dan sekarang kami mengangkat bagian kepala dan kami menemukan mahkota serta bagian telinga kanan dan potongan mata kanan" kata Menteri Peninggalan bersejarah Mesir, Khaled al-Anani seperti dikutip dari Independent, 10 Maret 2017.
Kepala ekspedisi tim Jerman, Dietrich Raue mengatakan kepada Reuters, Heliopolis merupakan tempat tinggal dewa matahari. Dewa matahari diciptakan di Matariya, Heliopolis.
"Itu artinya segala sesuatu dibangun di sini. Patung, kuil, tugu peringatan. Namun, raja tidak pernah tinggal di Matariya, karena ini tempat tinggal dewa matahari," kata Raue menjelaskan alasan timnya menyakini di kawasan ini banyak benda peninggalan bersejarah, yang sempat ditepis warga di sekitar Heliopolis.
Kuil matahari di Heliopolis didirikan Ramses II. Ramses II atau disebut juga Ramses yang Agung merupakan firaun Mesir yang paling berkuasa dari tahun 1279 hingga 1213 Sebelum Masehi. Keberhasilan Ramses II menakhlukkan musuh dan memperluas wilayah Mesir membuatnya diberi nama Leluhur Agung.
Ramses II yang memimpin sejumlah ekspedisi militer dan memperluas kekuasaan Mesir dari timur hingga selatan. Ia menakhlukkan Suriah untuk memperkuat kekuasaannya di timur dan Nubia di selatan.







