Jakarta, Harian Umum - PAM JAYA adakan aktivitas apel persiapan Day-1 sebagai tanda dimulai operasional penuh oleh PAM JAYA. Apel persiapan ini diikuti oleh PAMOBVIT.
PAM JAYA mengatakan siap untuk lakukan peralihan tersebut. Proses Peralihan dan
Alih bentuk yang sudah diawali semenjak Januari 2022.
Proses ini diawali dari Kick Off Moment Peralihan dan Alih bentuk PAM JAYA,
kerjasama dengan Kejati DKI Jakarta dalam Peralihan Kontrak Konsesi dan
Pemercepatan Pembangunan SPAM, penandatanganan nota kesepakatan dengan BPKP, Kick-Off Operasional PAM JAYA.
Selanjutnya Diskusi Khalayak Gagasan Kerja Sama Peningkatan Spamming di Propinsi DKI Jakarta, pasar sounding,
penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama di antara PAM JAYA dan Moya Indonesia,
Town Hall manajemen rapat, penerimaan 1.097 pegawai Palyja dan Aetra, pembimbingan psikis dan fisik bersama Rindam Jaya, persetujuan penuntasan shortfall, kerjasama dengan Kodam Jaya, dan kerja-sama dengan PAMobvit.
Direktur Khusus PAM JAYA Arief Nasrudin menerangkan, sepanjang setahun ke
belakang PAM JAYA sudah melakukan proses peralihan dan alih bentuk
dengan tata urus perusahaan yang bagus, dan beragam pengiringan.
Maknanya, lanjut Arief, proses itu mengisyaratkan jika persiapan PAM JAYA
ini hari didasari pada penyiapan yang masak. "Kita sudah pasti ingin proses peralihan dan alih bentuk operasional penuh air perpipaan oleh PAM JAYA masih tetap berjalan mulus, namun tetap pada konsep yang terbuka dan berdasarkan pada tata urus perusahaan yang bagus," lebih
Arief.
Arief menambah, PAM JAYA sekarang ini sudah pastikan 5 komponen penting
sudah tercukupi, yaitu terdapatnya susunan organisasi full operation yang
menampung pegawai partner terhitung status dan kedudukan, terdapatnya SDM
secara kuantitatif (jumlah) dan kualitatif (kapabilitas) yang siap untuk
jalankan operasionalisasi penuh.
Lalu terdapatnya proses usaha pengendalian SPAM yang hendak digerakkan, terdapatnya mekanisme dan program yang siap
dipakai untuk operasionalisasi penuh, dan terdapatnya alat dan material
pendukung operasional dan servis.
"PAM JAYA sudah pastikan persiapan 5M, yaitu persiapan SDM (Man),
persiapan material dan alat kerja (Material), persiapan mekanisme dan program (Machine), persiapan operasi dan servis (Metode), dan persiapan bujet (Money)," lebih Arief.
PAM JAYA sudah membuat Team Bersama yang terdiri dari 16 team dari
PAM JAYA, Palyja, dan Aetra dalam jumlah 238 orang. Team Bersama itu
sudah lakukan kick-off bersama, selanjutnya diteruskan dengan gladi bersih
operasional penuh sepanjang 10 hari di 120 lokasi, sampai peninjauan final yang
dilaksanakan bersama stakeholders perusahaan.
"Maknanya, persiapan PAM JAYA sudah dilaksanakan di beberapa faktor serta peninjauannya dilaksanakan bersama beberapa stakeholders hingga
persiapan ini dapat dipertanggungjawabkan," tambah Arief.
PAM JAYA pastikan servis air minum perpipaan di Jakarta tidak
akan terusik. Disamping itu, PAM JAYA pastikan jika tiap konsumen setia
di daerah Timur Jakarta (pelangan Aetra) dan konsumen setia di daerah Barat
Jakarta (konsumen setia Palyja) akan automatis jadi konsumen setia PAM JAYA tanpa
perlu lakukan registrasi ikatan baru.
"Berkaitan pembayaran juga dapat dilaksanakan lewat mini pasar paling dekat, mobile
banking, dan e-commerce," sebut Arief.
Sekarang ini, lebih Arief, PAM JAYA memiliki komitmen untuk merealisasikan kedaulatan air untuk masyarakat DKI Jakarta lewat beragam usaha pemercepatan service seperti tambahan supply air, peluasan jaringan, dan kenaikan kualitas service.
"Saat ini, arah kami semua di PAM JAYA ialah satu, yaitu capai 100% lingkup servis pada 2030," tutup Arief.







