Teheran, Harian Umum - Majelis Pakar Iran menunjuk Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Revolusi Islam pengganti Ayatollah Seyed Ali Khamenei yang tewas pada serangan pertama AS-Israel ke Iran pada tanggal 28 Februari 2026.
'Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu malam (waktu Timur Tengah), Majelis menyampaikan belasungkawa atas kemartiran Imam Khamenei dan lainnya dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari dan mengutuk agresi brutal AS-Israel terhadap Iran," kata kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, dikutip Senin (9/3/2026).
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa segera setelah kemartiran Imam Khamenei, dan terlepas dari kondisi perang dan ancaman langsung dari musuh, Majelis Pakar tidak membuang waktu untuk memenuhi tugas konstitusionalnya, dan memulai proses pemilihan dan pengenalan pemimpin baru.
"Disebutkan bahwa setelah peninjauan yang cermat dan menyeluruh, dan berdasarkan kewajiban agamanya, Majelis, dalam pertemuannya pada hari Minggu, memilih dan memperkenalkan Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga, dengan suara mayoritas dari para anggotanya," imbuh Tasnim.
Dengan terpilihnya Seyed Mojtaba Khamenei sebagai pimpinan tertinggi Iran, maka Majelis Pakar yang memilihnya dan mengawasi kegiatan Seyed selama delapan tahun menjabat.
.
Ali Khamenei sendiri diketahui telah menjabat sebagai Pimpinan Tertinggi Iran selama 37 tahun, terhitung sejak wafatnya Imam Khomeini pada tahun 1989.
Dengan demikian Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei merupakan Pemimpin ketiga Revolusi Islam Iran.
Ia adalah putra kedua dari almarhum Ayatollah Ali Khamenei yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Pemimpin Tertinggi untuk Urusan Politik dan Keamanan untuk periode 1999 hingga 2026. (rhm)







