Pontianak, Harian Umum- Sebelas orang penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-687 dengan rute Pontianak-Jakarta, terluka akibat kejahilan seorang mahasiswa Universitas Tanjung bernama Frantinus Narigi.
Pelaku dengan sengaja bercanda dengan menyebut-nyebut kata "bom", sehingga seluruh penumpang pesawat panik.
Kejadian pada Senin (28/5/2018) pukul 18.20 WIB tersebut bermula saat pelaku memasuki pesawat yang siap terbang ke Jakarta dari Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
Saat mahasiswa Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Sarjana S1 Prodi Ilmu Administrasi Negara Universitas Tanjung Pura itu memasukkan barang ke kabin, Pramugari bernama Cyndu menanyakan barang apa yang dibawa pelaku.
"Ada bom di dalamnya," jawab pelaku.
Apa yang dikatakan pelaku didengar seisi penumpang pesawat, sehingga mereka panik dan berlarian ke pintu. Mereka berdesak-desakan di situ dan bahkan ada penumpang bernama Bo Yi yang duduk di kursi 24E membuka pintu darurat agar dapat segera keluar dari pesawat.
Kepanikan ini dilaporkan pramugari kepada petugas bandara, dan tak lama kemudian pelaku diamankan Airport Duty Officer Bandara Internasional Supadio. Saat barang pelaku digeledah Security Avsec dan polisi, pada tasnya tidak ditemukan bom. Pelaku lalu diserahkan ke Polsek Pontianak untuk diproses secara hukum.
Berikut nama 11 korban luka, dimana 10 di antaranya dilarikan ke rumah sakit:
1. Fikri Seat 18 D.
2. Musanip Seat 27 E.
3. Suwarni Seat 21 A.
4. Hin Djap Seat 21 B.
5. Purnama Sari Seat 28 E
6. Rusli Seat 26 F.
7. Iyan Wijaya Seat 19 D. (tidak dirawat)
-Korban yang tidak dirawat di rumah sakit.
8. Dadang Seat 15 E.
9. Ferdi Seat 32 C dan Seat 32 A.
10. Bao Yi Seat 24 E
11. Alqadri Jafar Seat 17 D.
(rhm)






