Lombok, Harian Umum- Pasca gempa berkekuatan 7 skala Ritcher (SR) pada Minggu (19/8/2018) pukul 22:56:27 WIB, kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tak henti-hentinya diguncang gempa susulan berskala besar antara 5,0 SR hingga 5,8 SR.
Gempa juga terjadi di Maluku dengan magnitudo mencapai 5,0 SR.
Data bmkg.co.id menyebutkan, hingga Senin (20/8/2018) dini hari WIB, setelah gempa berkekuatan 7 SR mengguncang, kawasan Lombok diguncang tujuh kali gempa susulan berkekuatan berskala 5 SR ke atas.
Berikut datanya:
7. Senin (20/8/2018) pukul 04:21:51 WIB berkekuatan 5,0 SR. Pusat gempa pada kordinat 8.34 LS - 116.93 BT pada kedalaman 10 Km. Pusat gempa tempatnya berada 45 km timur laut Lombok Timur, NTB
6. Senin (20/8/2018) pukul 01:23:25 WIB berkekuatan 5,2 SR. Pusat gempa di kordinat 8.34 LS - 116.9 BT pada kedalaman 10 Km. Pusat gempa berada 42 Km timur laut Lombok Timur, NTB
5. Minggu (19/8/2018) pukul 23:37:38 WIB berkekuatan 5,5 SR. Pusat gempa di kordinat 8.25 LS - 116.84 BT pada kedalaman 10 Km. Pusat gempa di 42 Km timur laut Lombok Timur, NTB
4. Minggu (19/8/2018) pukul 23:21:08 WIB berkekuatan 5,1 SR. Pusat gempa di kordinat 8.33 LS - 116.92 BT pada kedalaman 10 Km. Pusat gempa 44 Km timur laut Lombok Timur, NTB
3. Minggu (19/8/2018) pukul 22:45:58 WIB berkekuatan 5,0 SR. Pusat gempa di 8.24 LS - 116.99 BT pada kedalaman 10 Km. Pusat gempa berada 56 Km timur laut Lombok Timur, NTB
2. Minggu (19/8/2018) pukul 22:28:59 WIB berkekuatan 5,8 SR. Gempa berpusat di kordinat 8.3 LS - 116.56 BT pada kedalaman 10 Km. Gempa berpusat 23 Km barat laut Lombok Timur, NTB
1. Minggu (19/8/2018) pukul 22:16:37 WIB berkekuatan 5,6 SR. Pusat gempa pada kordinat 8.35 LS - 116.53 BT pada kedalaman 10 Km. Pusat gempa berada 18 km barat laut Lombok Timur, NTB.
Ralat BMKG
Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meralat data gempa yang terjadi pada Minggu (19/8/2018) pukul 22:56:27 WIB, yang semula disebutkan berkekuatan 7,0 SR.
"Berdasarkan analisa dan perhitungan, kekuatan gempa pada pukul 22:56 WIB dimutakhirkan dari 7 SR menjadi 6,9 SR," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta, Minggu (19/8/2018) malam.
Ia menjelaskan, gempa ini merupakan gempa baru dan bukan merupalan gempa susulan dari rangkaian gempa 7 SR yang terjadi pada 5 Agustus 2018?
Gempa ini, kata dia, berkaitan dengan struktur geologi naik Flores, dan jika dibandingkan dengan gempa 7 SR pada 5 Agustus, memiliki bidang defortasi atau robekan batuan yang beda.
"Gempa 6,9 SR tadi malam dipicu defortasi atau patahan batuan naik. Dampaknya, berdasarkan laporan dan analisis, guncangannya dirasakan di Lombok Utara dan Lombok Timur sebesar 6-7 MMI; dirasakan di Lombok Barat, Mataram dan Sumbawa sebesar 5-6 MMI; dirasakan di Denpasar dan Waingapu sebesar III-IV MMI; di Rutemg II - III MMI, dan di Makasar 1-2 MMI," katanya.
Hingga Senin (20/8/2018) pukul 00:35 WIB, BMKG mencatat terjadi 22 gempa susulan dengan tiga di antaranya memicu guncangan yang dirasakan masyarakat.
"Kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak bertanggung jawab, karena gempa-gempa susulan masih akan terjadi," katanya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat Lombok menjauhi bangunan, lereng gunung, dan tebing bukit karena saat gempa mengguncang, lereng dan tebing itu dapat longsor.
"Yang teraman berada di tanah lapang," tegasnya.
BMKG mencatat, pada Minggu (19/8/2018) pukul 22:30:03 WIB, wilayah Maluku juga diguncang gempa berkekuatan 5,0 SR. Gempa berpusat di kordinat 3 LS - 130.6 BT pada kedalaman 10 Km. Pusat gempa 62 Km timur laut Seram bagian timur.
"Gempa tidak berpotensi tsunami," kata lembaga negara itu. (rhm)







