Jakarta, Harian Umum - Di balik hingar bingar penyelenggaraan Pemilu tahun 2019, ada cerita pilu dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang digelar serentak memakan korban jiwa petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di sejumlah daerah yang tak sedikit.
Hal tersebut juga terjadi di DKI Jakarta, di wilayah Jakarta Barat, sejauh ini sebanyak empat petugas KPPS yang meninggal dunia. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Jakarta Barat Cucum Sumardi.
"Yang pertama itu di (Kelurahan) Tangki, kemudian di Krendang, di Angke, dan di Pegadungan. Rata-rata kelelahan," ujar Cucum kepada wartawan di Hotel Twin Plaza, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (25/4).
Petugas KPPS di Kelurahan Tangki, lanjut dia, meninggal dunia sehari sebelum hari pemungutan suara pada 17 April 2019.
Sementara itu, petugas KPPS di Krendang dan Pegadungan meninggal dunia saat sedang beristirahat pada Jumat (19/4/2019).
Kemudian, petugas KPPS di Angke meninggal dunia saat beristirahat setelah penghitungan suara pada Rabu (24/4/2019).
"Untuk PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) kami ada satu petugas yang sakit sekarang sudah perawatan di rumah, sementara PPS (Panitia Pemungutan Suara) kami ada delapan yang sakit," katanya.
Cucum melanjutkan bagi keluarga petugas KPPS yang meninggal Komisioner KPU DKI berencana melakukan iuran untuk memberikan santunan. "Santuna tersebut juga diberikan pada petugas KPPS yang mengalami sakit," tandasnya.
Seperti diketahui, jumlah seluruh petugas KPPS yang meninggal dunia tercatat ada 200 orang. Penyebabnya adalah akibat kelelahan. Selain itu ada 584 petugas KPPS menjalani perawatan karena sakit. (Zat)







