Jakarta, Harian Umum- Komisi E DPRD DKI Jakarta memasukkan anggaran sebesar Rp53 miliar ke dalam APBD 2019 untuk membangun enam venue panjat tebing di Ibukota.
Proyek ini akan dikerjakan oleh Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda).
Dalam acara press gathering yang diselenggarakan KONI DKI Jakarta di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2018), Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Syahrial mengatakan, pembangunan enam venue climbing itu terinspirasi oleh keberhasilan atlet-atlet panjat tebing Indonesia yang meraih 3 emas, 2 perak dan 1 perunggu di Asian Games XVIII yang diselenggarakan pada 18 Agustus-2 September 2018 lalu.
Salah satu atlet yang meraih medali tersebut adalah atlet asal Jakarta Puji Lestari yang meraih perak untuk nomor speed woman.
"Keberhasilan itu membuat kami terdorong untuk lebih mengembangkan cabang olahraga ini agar tidak hanya dapat berbicara di tingkat Asia, tapi juga dunia," katanya.
Lalu, lanjutnya, Komisi E melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke markas International Federation of Sport Climbing (IFSC) di Turin, Italia, dan bertemu dengan presiden organisasi itu, Marco Maria Scolaris.
"Kepadanya kami utarakan keinginan untuk mengembangkan olahraga panjat tebing di Indonesia, dan dia sangat mendukung. Dia malah meminta agar kami melibatkan IFSC saat membangun venue yang berstandar internasional, agar dari pihak IFSC dapat memberikan saran dan masukan-masukan, sehingga venue itu bisa mendapatkan sertifikat internasional," katanya.
Politisi PDIP ini mengakui, dari enam venue yang akan dibangun, lima di antaranya dibuat dengan standar nasional, smentara yang satu dibuat berstandar internasional.
"Kalau atlet panjat tebing kita dapat menjadi juara satu atau juara dua di tingkat dunia, kita pasti bangga. Apalagi kalau bisa ikut olympiade," katanya.
Soal dimana saja keenam venue itu akan dibuat, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Steven Setiabudi Musa, mengatakan bahwa masalah itu diserahkan kepada Disorda sebagai pelaksana proyek.
"Tapi kalau untuk yang berstandar internasional, gambaran kami di velodrome Rawamangun," katanya.
Ia menilai, prestasi Indonesia dibidang olahraga panjat tebing memang layak diapresiasi, karena saat ini negara yang dinilai paling kuat untuk jenis olahraga ini adalah Italia, Rusia dan Jepang.
"Jadi, kita punya peluang besar untuk menjadi pesaing mereka," pungkasnya. (rhm)







