Teheran, Harian Umum - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melakukan serangan balasan baru terhadap pusat-pusat militer dan industri Israel serta lokasi komandan dan unit tentara rezim Zionis.
"IRGC mengumumkan pada Sabtu bahwa berbagai pusat militer dan industri serta lokasi komandan dan unit tentara rezim Zionis di bagian selatan, tengah, dan utara wilayah pendudukan, termasuk Tel Aviv, telah menjadi sasaran serangan balasan ke-90 dalam Operasi True Promise," kata Tasnim News Agency, Sabtu (4/4/2026).
Untuk serangan balasan ini, IRGC mengerahkan rudal balistik berbahan bakar padat dan cair, termasuk Khorramshahr, Khaybar-shekan (Khaybar-buster), dan Emad, yang dilengkapi dengan hulu ledak berpemandu dan proyektil ganda, serta drone penghancur.
Kota-kota di Israel yang dijadikan target adalah
Dimona, Negev, Be'er Sheva, dan Ramat Gan. Untuk menyerang kota-kota ini, IRGC menggunakan bagian dari taktik tembak-menembak jarak dekat di tengah serangan rudal dan drone tempur yang terus-menerus, karena IRGC tahu sistem pertahanan berlapis canggih Israel tak lagi efektif untuk mencegat rudalnya.
Serangan balasan ke-90 Iran ini didukung front-front perlawanan dari Yaman dan Lebanon, yaitu Houthi dan Hizbullah, dan tentara Irak, mengakibatkan tekanan terhadap agresor AS dan Israel semakin tertekan. Apalagi karena IRGC menilai, serangan front-front perlawanan tersebut efektif, berkelanjutan dan berdampak besar bagi musuh.
"Menurut pernyataan IRGC tersebut, pasukan perlawanan Islam Yaman (Houthi) menargetkan wilayah selatan Palestina yang diduduki Israel dengan menggunakan rudal balistik. Sedang pasukan perlawanan Islam dan pasukan heroik Irak telah berhasil melakukan 19 operasi rudal dan drone," kata IRGC.
Eskalasi konflik akibat perang AS-Israel Vs Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026 dengan didahului serangan AS-Israel ke Iran, semakin meningkat, menyusul kegagalan Presiden AS Donald Trump menawarkan gencatan senjata kepada Iran.
Sekitar 3.000 tentara AS telah dikirim Trump ke Timur Tengah untuk melakoni perang darat untuk membuka Selat Hormuz yang ditutup Iran bagi kapal-kapal tanker AS dan para sekutunya.
Balasan AS-Israel
Eskalasi ini kian meningkat karena Tasnim melaporkan, AS-Israel melakukan serangan udara terhadap zona petrokimia khusus Mahshahr dan lokasi industri lainnya.di provinsi Khuzestan bagian barat daya, Sabtu (4/4/2026).
Wakil gubernur Provinsi Khuzestan, Valiollah Hayati, mengatakan bahwa serangan pertama pada pukul 10:45 pagi.
"Terdengar tiga ledakan di timur dan barat Ahvaz, ibu kota provinsi, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan pada saat itu," kata dia
Tak lama kemudian, pada pukul 10:47 pagi, tiga ledakan dahsyat lainnya menghantam area petrokimia Mahshahr, meskipun tingkat kerusakannya awalnya belum jelas.
Hayati menjelaskan, petrokimia Fajr 1 dan 2, Rejal, dan Amir Kabir terkena dampak langsung serangan tersebut. Ia juga memperingatkan bahwa ada kemungkinan besar akan ada korban jiwa, termasuk luka-luka dan kematian.
Selanjutnya, pada pukul 11:00 pagi, terminal perdagangan perbatasan Shalamcheh di Khorramshahr dilaporkan menjadi sasaran serangan, mengalami kerusakan signifikan. Jet tempur Amerika-Israel kemudian menyerang kompleks petrokimia Abou Ali, diikuti oleh serangan terhadap fasilitas Bandar-e Imam Khomeini, menyebabkan kerusakan sebagian.
Sejauh ini, lima orang dilaporkan terluka akibat serangan di Mahshahr dan Bandar-e Imam Khomeini.
"Manajemen Zona Ekonomi Khusus Petrokimia mengumumkan bahwa, mengikuti keputusan komite komando darurat, semua personel dari unit industri aktif di daerah tersebut telah dievakuasi," kata Tasnim. (man)







