Teheran, Harian Umum - Republik Islam Iran melalui Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi memberi isyarat kalau pihaknya akan membombardir Uni Emirat Arab (UEA) sebagaimana Iran menghancurkan Israel dan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk.
Isyarat itu disampaikan dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS di New Delhi, India, Kamis (14/5/2026) waktu setempat.
Pasalnya, Araqchi mengatakan, persekongkolan UEA dengan Israel tidak akan melindungi negara itu.
memperingatkan Uni Emirat Arab (UEA) bahwa bersekutu dengan Israel tidak akan melindungi negara tetangga Iran itu.
"Aliansi Anda (UEA) dengan Israel tidak akan melindungi Anda, dan Anda harus mempertimbangkan kembali kebijakan Anda terhadap Iran,” kata Araqchi dikutip dari Tasnim News Agency, Jumat (15/5/2026).
“Saya tidak menyebut nama Uni Emirat Arab dalam pidato saya demi menjaga persatuan, tetapi sebenarnya saya harus mengatakan bahwa UEA terlibat langsung dalam tindakan agresi terhadap negara saya. Ketika agresi ini dimulai, mereka bahkan menolak untuk mengutuknya,” sambung Araqchi.
Menteri Luar Negeri Iran itu mengingatkan bahwa UEA mengizinkan wilayahnya digunakan AS untuk menembakkan artileri dan peralatan ke Iran.
“Baru kemarin terungkap bahwa (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu telah melakukan perjalanan ke UEA dan Abu Dhabi selama perang. Terungkap juga bahwa mereka (UEA) berpartisipasi dalam serangan-serangan ini dan bahkan mungkin bertindak langsung melawan kami. Oleh karena itu, UEA adalah mitra aktif dalam agresi ini, dan tidak ada keraguan tentang hal itu," katanya.
Seperti diketahui, keterlibatan UEA, juga Arab Saudi, dalam agresi yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada tanggal 28 Februari, telah terungkap di mana UEA bukan saja secara diam-diam telah menyerang Iran, akan tetapi juga selama perang berlangsung, Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Terungkapnya fakta ini membuat Iran sangat marah, sehingga dalam unggahan di X pada Rabu (13/5/2026), Araqchi mengatakan bahwa persekongkolan UEA dengan Israel itu tidak termaafkan.
"Permusuhan dengan Bangsa Iran yang Agung adalah pertaruhan yang bodoh. Kolusi dengan Israel dalam hal itu: tidak dapat dimaafkan," katanya.
“Mereka yang berkolusi dengan Israel untuk menabur perpecahan akan dimintai pertanggungjawabannya," tegas Araqchi. (man)





