Jakarta, Harian Umum - Universitas Gajah Mada (UGM) mengeluarkan bantahan atas hasil analisa ahli forensik digital yang juga alumni Fakultas Teknik Elektro universitas tersebut, yakni Rismon Hasiholan Sianipar.
Dalam video yang viral di platform media sosial YouTube, Rismon mengatakan bahwa ia 100 miliar yakin ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo alias Jokowi, palsu, karena UGM menyatakan Jokowi lulus tahun 1985, akan tetapi jenis huruf pada ijazah Jokowi menggunakan Times New Romans yang baru dirilis Windows tahun 1992.
Rismon juga mengatakan, skripsi Jokowi juga palsu karena pada sempulnya menggunakan jenis huruf Times New Romans, akan tetapi isinya dibuat dengan mesin tik.
Selain itu, dalam satu alah satu keterangannya yang diliput media massa, Jokowi menyebut dosen pembimbing skripsinya bernama Kasmujo, akan tetapi Rismon tidak menemukan nama itu di skripsi Jokowi.
Dalam bantahannya, Jumat (21/3/2025), Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menilai informasi yang disampaikan Rismon itu menyesatkan, dan ia menyesalkannya.
“Kita sangat menyesalkan informasi menyesatkan yang disampaikan oleh seorang dosen yang seharusnya bisa mencerahkan dan mendidik masyarakat dengan informasi yang bermanfaat,” kata Sigit seperti dikutip dari situs UGM, Sabtu (22/3/2025) di Kampus UGM.
Ia menjelaskan, di tahun itu (1985) sudah jamak mahasiswa menggunakan font time new roman atau huruf yang hampir mirip dengannya, terutama untuk mencetak sampul dan lembar pengesahan di tempat percetakan. Bahkan di sekitaran kampus UGM sudah ada percetakan seperti Prima dan Sanur (sudah tutup-red) yang menyediakan jasa cetak sampul skripsi.
“Fakta adanya mesin percetakan di sanur dan prima juga seharusnya diketahui yang bersangkutan karena yang bersangkutan juga kuliah di UGM. Ada banyak skripsi mahasiswa yang menggunakan sampul dan lembar pengesahan dengan mesin percetakan,” katanya.
Soal nomor seri ijazah Joko Widodo yang disebut tidak menggunakan klaster dan hanya angka saja, Sigit menuturkan soal penomoran ijazah di masa itu, Fakultas Kehutanan memiliki kebijakan sendiri dan belum ada penyeragaman dari tingkat universitas. Penomoran tersebut tidak hanya berlaku pada ijazah Joko Widodo namun berlaku pada semua ijazah lulusan Fakultas Kehutanan.
“Nomor tersebut berdasarkan urutan nomor induk mahasiswa yang diluluskan dan ditambahkan FKT, singkatan dari nama fakultas,” katanya.
Sigit sekali lagi menyesalkan tuduhan Rismon lewat konten video yang meragukan ijazah dan skripsi Joko Widodo yang dianggap meragukan. Seolah-olah Ijazah Joko Widodo yang diterbitkan oleh Universitas Gadjah Mada adalah palsu. “Perlu diketahui ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” tegasnya.
Hingga Sabtu (22/3/2025) ada 1.100 netizen yang memberikan komentar atas bantahan itu di akun X UGM, @UGMYogyakarta. Namun, mayoritas dari mereka tidak mempercayai bantahan itu.
Berikut beberapa di antaranya:
"Sudah di bilang ngak sampai 10 menit selesai datang ke persidangan bawa seluruh ijazah mulai dari tingkat SD,SMP,SMA dan S1 dari UGM selesai masalah seperti yang pernah di tunjukkan alumni UGM bapak Amin Rais lewat sebuah video kan simpel ngak jadi liar kemana2," kata @Sadar_Waras.
"Jokowi lulus tahun 1985, benar ?
Windows release 1 itu November 1985 (akhir tahun). Itu skripsi ngeprint nya kapan ... Memang dipikir distribusi Windows itu masuk 🇲🇨 itu kayak jaman sekarang pakai internet ? Nggak mungkin skripsi nya otentik" kata @wingkyp.
"KLARIFIKASI MATI2AN DEMI MENGHINDARI MALU. NGIBUL BERJAMAAH. UDAH GW BILANG MENDING ITU PARA PENGURUS UGM DITANTANG MUBAHALLAH AJA. DIJAMIN KENCING DICELANA SEMUA," kata @el4n9bint4n9.
"Tuntutlah bila itu menyesatkan tp apa pernah ada org yg mengalami ketika muda SDH berkacamata tp ketika tua malah matanya sehat... Operasi kornea mata aja tetep pake kacamata," kata @AntoniusCDN.
(rhm)







