Jakarta, Harian Umum - Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus, Rabu (7/2/2024), menggelar aksi dengan mengusung dua seruan, yakni Makzulkan Jokowi dan Tolak Pemilu Curang.
Mereka memulai aksi dengan berkumpul di Tugu Reformasi 12 Mei, Kampus Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, dan kemudian longmarch menuju Harmoni dengan menyusuri Jalan S Parman, dan kawasan Tomang.
Seperti kita tahu, tak jauh dari Harmoni, tepatnya di Jalan Medan Merdeka Timur, terdapat Istana Negara dan Istana Kepresidenan tempat Jokowi berkantor.
Para mahasiswa itu mulai berkumpul sekitar pukul 15:00 WIB. Tidak ada baju khusus yang dikenakan. Beberapa di antaranya terlihat mengenakan kaos hitam, kemeja putih hingga jaket almamater kampus.
Saat longmarch, para mahasiswa itu merusak dan mencopoti baliho para Caleg yang dipasang di sepanjang tepi jalan. Aksi mereka itu didukung orator dari mobil komando.
'Copot, copot!" katanya.
Baliho Caleg yang dirusak dan dicopot di antaranya Caleg dari PSI, PAN, dan PDIP. Di antara baliho-baliho itu ada yang digulung dan diletakkan di tepi jalan, tapi ada pula yang dibawa mahasiswa.
"Partai politik hari ini tidak bisa dipercaya," kata salah satu orator seolah menjelaskan alasan perusakan dan pencopotan baliho-baliho tersebut.
Tak hanya dirusak dan dicopot, di antara baliho itu ada yang dibakar di kawasan Tomang, Jakarta Barat.
"Kami cabut baliho karena Parpol dan Caleg tidak pernah mewakilkan kepentingan warga. Hanya membuat polusi visual di jalanan," kata salah satu mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia.
Berikut tuntutan para mahasiswa itu:
1. Makzulkan Jokowi
2. Boikot Parpol yang tidak mendukung pemakzulan Jokowi
3. Mendesak para menteri untuk mundur dari kabinet
Mereka juga menyerukan dilakukannga protes di berbagai daerah di seluruh Indonesia hingga Jokowi dimakzulkan.
Isu yang mendasari tuntutan itu di antaranya Pemilu curang, KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme), konflik agraria, monopoli sumber daya alam, kerusakan lingkungan, mahalnya pendidikan dan kesehatan, kebebasan sipil, keadilan ekonomi dan gender, kerasan aparat, serta produk hukum. (man)







