Jakarta, Harian Umum - Capres 01 Anies Baswedan nyoblos di TPS 60 Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan.
Anies ke TPS dengan didampingi istri (Fery Farhati) dan dua anaknya, yakni Mikail dan Mutiara.
Ibunda Anies, Aliyah Rasyid, juga ke TPS meski dengan berkursi roda.
Anies mengenakan kemeja putih. Begitupun keluarganya.
Mantan gubernur DKI Jakarta itu tampak semringah usai nyoblos. Kepada wartawan, ia memamerkan jari telunjuknya yang dibubuhi tinta ungu.
Ada cerita menarik yang disampaikan Anies saat akan berangkat ke TPS.
Kata dia, saat sedang bersiap berangkat ke tempat pemungutan suara, dia menemukan amplop berisi Rp200 ribu di kantong celananya.
Amplop itu, kata Anies, berasal dari relawan.
"Setiap kali kampanye itu selalu ada saja yang memberikan sumbangan. Dan sumbangan diberikan langsung biasanya saya kantongin. Yang di kantong depan (sudah) saya keluarin, kantong belakang baru ketemu. Tadi saya keluarkan," kata dia.
Anies mengaku tidak pernah melihat nominal sumbangan yang diberikan oleh para pendukungnya, karena menurut dia, angka Rp200 ribu bisa saja sangat besar untuk mereka yang memberi.
Anies bahkan bercerita kalau dia pernah menerima sumbangan dari rakyat miskin kota yang di dalamnya terdapat uang receh.
"Bahkan saya terharu mendapat sumbangan dari Rakyat Miskin Kota dengan mengumpulkan 1 boks berisi uang receh dan kertas yang jumlahnya secara nominal itu angkanya beberapa juta rupiah. Ada Rp100 ribu, ada Rp50 ribu semuanya dari rakyat yang membuat kami makin yakin bahwa memang menginginkan perubahan dan dipercayakan kepada kami dan kami terimakasih," kata dia.
Selain uang, Anies mengatakan pendukung juga ada yang memberikan kertas bertuliskan dukungan. Kertas-kertas itu akan dikompilasi, sementara uang sumbangan akan dikumpulkan ke bendahara.
"Kami kumpulkan nanti insya Allah di ujung kami akan kompilasi," kata dia. (man)







