Jakarta, Harian Umum - DPP Partai Gerindra melirik kadernya di DPR RI, Moreno Suprapto, untuk diusung di Pilgub Jatim 2018.
Wacana ini sekaligus menghancurkan harapan mantan Ketua PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti untuk maju di Pilgub tersebut.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, partainya melirik Moreno karena mantan pembalap nasional itu dinilai memiliki prestasi cemerlang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, Moreno yang saat ini masih berusia 35 tahun juga dinilai memiliki akar yang kuat di Jawa Timur karena keluarga besar ayahnya memang asli provinsi itu.
"Pada Pemilu 2014 lalu, Moreno yang baru pertama kali ikut, langsung terpilih karena memperoleh suara yang sangat signifikan; lebih dari 52.000 suara di Daerah Pemilihan Jawa Timur V yang meliputi Malang Raya," ujar Dasco dalam keterangan pers, Sabtu (23/12/2017).
Ia pun yakin kalau sosok mantan pembalap itu sangat bisa dijual di Pilgub Jatim. Terlebih jika melihat peta politik saat ini, sehingga Moreno dinilai dapat menjadi pilihan alternatif bagi warga Jatim, menyusul dua calon yang telah dideklarasikan partai-partai pengusungnya, yakni Saifullah Yusuf yang diusung PDIP, PKS dan PKB; dan Khofifah Indar Parawansa yang diusung Golkar, Demokrat, PPP, Hanura dan NasDem.
"Moreno punya peluang besar untuk menjadi pilihan alternatif karena memiliki karakter beda dengan Khofifah dan Gus Ipul," katanya.
Seperti diketahui, La Nyalla berambisi maju di Pilgub Jatim, dan mengajukan diri ke DPP Gerindra agar dirinya diusung.
Atas pengajuannya itum DPP Partai Gerindra mengeluarkan surat bernomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada /2017 tentang Surat Tugas Calon Gubernur Provinsi Jawa Timur Pilkada 218 yang ditandatangani Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Dalam surat yang diteken pada 10 Desember 2017 itu, Gerindra mengajukan sejumlah syarat yang harus dipenuhi La Nyalla jika ingin diusung, yang dalam surat itu tertuang dalam poin 2 dan 3.
Berikut bunyi poin 2 dan 3 tersebut:
2. Melalui surat tugas ini saudara diminta memastikan dukungan dari partai lain untuk melengkapi persyaratan pencalonan
3. Melalui surat tugas ini saudara diminta menyiapkan kelengkapan pemenangan
Pada poin 4, DPP Gerindra menyatakan; "Apabila sampai 20 Desember 2017 saudara tidak mampu memenuhi persyaratan nomor 2 dan 3, maka otomatis surat ini tak berlaku".
Keluarnya surat itu sempat menimbulkan respon positif dari sejumlah kalangan, termasuk dari Ketua LAKRI (Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia) DKI Jakarta Ical Syamsuddin.
Ical mengatakan, majunya La Nyalla di Pilgub Jatim akan membuat Gus Ipul dan Khofifah merasakan dampak fear elektoral, sehingga perolehan suara mereka akan tergerus. (man)







